Hore, Telah Lahir Dua Anak Harimau Sumatra di BNWS Sumut

Penulis: Micom Pada: Jumat, 14 Des 2018, 15:19 WIB Humaniora
Hore, Telah Lahir Dua Anak Harimau Sumatra di BNWS Sumut

Dok. KLHK

KABAR gembira datang dari Sanctuary Harimau Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) di Sumatra Utara perihal lahirnya dua anak Harimau Sumatra sehingga menambah populasi hewan bernama latin Panthera tigris sumatrae di Indonesia.

''Dua anakan Harimau Sumatra ini lahir dari induk bernama Gadis dan Monang,'' ungkap Direktur Jenderal KSDAE Wiratno pada awak media, Jumat (14/12).

Gadis merupakan harimau korban konflik di daerah Kabupaten Mandailing Natal tahun 2016. Akibat terkena jerat, kaki kanan depan Gadis yang berusia 7 tahun harus diamputasi. Sementara Monang merupakan harimau jantan yang berhasil dievakuasi dari desa Parmonangan, Simalungun, pada tahun 2017.

KLHK pun telah melakukan kajian guna menghitung populasi Harimau Sumatra sejak tahun 2016 bekerja sama dengan praktisi konservasi harimau. Kajian ini untuk memperbarui informasi keberadaan Harimau Sumatra, setelah rilis terakhir dilakukan pemerintah pada tahun 1994.

Metode yang digunakan dalam dua tahun tersebut dengan pemodelan Population Viability Analysist (PVA). PVA adalah alat untuk mengkaji viabilitas tiap subpopulasi di lanskap berbeda, di bawah skenario ancaman tertentu seperti harvest, deforestasi, kombinasi harvest dan deforestasi serta metapopulasi.

Baca Juga: Harimau Sumatra Masuk Pasar di Inhil, BBKSDA Kirim Tim Evakuasi

Dari perhitungan tersebut, diperkirakan jumlah Harimau Sumatra di alam luar sekitar 603 ekor dan tersebar dalam 23 lanskap di Sumatra dengan jumlah masing-masing berkisar 1-185 individu.

"Tahun 2015, melalui kamera trap, kami mengetahui ada kelahiran tiga ekor anak Harimau Sumatra di kawasan BBKSDA Riau dari induk bernama Rima," tuturnya.

Kemudian, kelahiran kembali terjadi pada tahun 2016 di Kawasan Lindung Rimbang Baling, Sumatra Bagian Tengah, sebanyak tiga ekor anak Harimau Sumatra. Lalu, kelahiran di tahun 2017 sebanyak empat ekor anak Harimau Sumatra dari indukan Rima dan Uma.

''Selain kelahiran yang berhasil diketahui di alam, pada beberapa lembaga konservasi telah berhasil mengembangbiakkan Harimau Sumatra melalui lahirnya 12 ekor anak harimau pada tahun 2018,'' ungkapnya.

Peningkatan populasi Harimau Sumatra tidak terjadi dengan sendirinya. Namun, berkat kerja keras yang dilakukan dalam hal pengelolaan kawasan-kawasan konservasi yang menjadi habitat Harimau Sumatra.

''Hal ini juga membuktikan target pemerintah untuk meningkatkan populasi jenis-jenis yang terancam kepunahan, khususnya pada Harimau Sumatra, dapat dipenuhi sejauh ini,'' jelasnya.

Berbagai upaya pun dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan Harimau Sumatra, di antaranya mengembangkan beberapa lokasi Tiger sanctuary. Tempat ini sebagai penyimpanan sementara harimau-harimau yang perlu dirawat akibat kejadian khusus, seperti konflik ataupun perburuan, sebelum dilepasliarkan di habitat alami sekitarnya, maupun di wilayah lain.

Saat ini, Indonesia telah memiliki tiga Tiger sanctuary, yakni Barumun Nagari Wildlife Santuary di sekitar SM Barumun Sumatra Utara, Tambling Wildlife Nature Conservation di TN Bukit Barisan Selatan Lampung, dan Pusat Rehabiltasi Harimau Sumatra Dharmasraya di sekitar TN Kerinci Seblat Jambi.

''Tantangan ke depan dalam menjaga harimau akan semakin besar. Namun dengan kerja keras yang dilakukan, pemerintah optimistis keberadaan Harimau Sumatra tetap akan dijumpai generasi yang akan datang,'' tukasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Hotmauli Sianturi menjelaskan Sanctuary Harimau BNWS yang dibangun KLHK bekerja sama dengan Yayasan Persumuhan Bodichita Mandala Medan pada tahun 2016 dengan tujuan sebagai tempat rehabilitasi harimau korban konflik.

''Tempat ini menyiapkan Harimau Sumatra korban konflik untuk bisa dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Kedepannya akan dibangun fasilitas tempat tinggal untuk dua ekor anak Harimau Sumatra tersebut serta fasilitas habituasi untuk melatih harimau sebelum dilepasliarkan,'' ungkapnya.(RO/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More