Pelebaran Defisit APBN 2016 belum Perlu

Penulis: Arif Hulwan Pada: Senin, 09 Nov 2015, 00:00 WIB Ekonomi
 Pelebaran Defisit APBN 2016 belum Perlu

MI/Susanto

Keyakinan Pemerintah atas pencapaian target penerimaan negara belum kuat seiring kondisi perekonomian yang masih sukar diprediksi. Namun, defisit anggaran terhadap PDB di APBN 2016 sebesar 2,15% dinilai sudah besar dan belum perlu perubahan batasan defisit.

"2,1 % sudah cukup tinggi menurut saya, sebagai start awal," kata Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan, seusai berjumpa Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/11).

Ia sendiri enggan berandai-andai soal kemungkinan memperlebar angka defisit hingga 2,5% atau lebih akibat kebutuhan belanja negara yang tinggi serta penerimaan negara yang rendah. Walaupun, ada kemungkinan tak tercapainya target pajak.

"Tergantung tahun depan. Kalau kondisi lebih bagus, penerimaan pajaknya juga kemungkinan tercapainya lebih tinggi," ia menukas.

Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Darmin Nasution memastikan soal tidak perlu adanya perubahan soal batas defisit anggaran di UU APBN. "Ah tidak ada," ucap dia.

Sejumlah asumsi dalam APBN 2016 mengalami perubahan dari yang sebelumna diajukan dalam nota keuangan. Imbasnya, ada penurunan pendapatan dan belanja negara sebesar masing-masing Rp 25,6 triliun.

Kemenkeu menyebut, pendapatan negara menjadi Rp1.822.5 triliun atau lebih rendah Rp25,6 triliun dari angka di nota keuangan. Belanja negara juga turun dengan jumlah yang sama ke Rp 2.095,7 triliun. Namun, perubahan itu tak berpengaruh pada angka defisit ang tetap pada level 2,15% dari PDB. Ini masih di bawah batas toleransi yang ditetapkan UU APBN.

Kemenkeu sendiri sempat memperlebar batas defisit anggaran di APBN-P 2015. Yakni, dari 2,23% dari PDB, menjadi 2,7% dari PDB. (Q-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More