Masih Bergantung ke Bantargebang

Penulis: Gana Buana Pada: Rabu, 12 Des 2018, 08:05 WIB Megapolitan
Masih Bergantung ke Bantargebang

ANTARA/RISKY ANDRIANTO
DANA KOPENSASI SAMPAH: Pemulung mengais sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, pekan lalu. TPST Bantargebang diperkirakan hanya mampu menampung sampah 3-4 tahun ke depan.

ASEP Kuswanto terpaksa harus meralat kembali pernyataannya. Setahun lalu, ia optimistis Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, masih akan sanggup menampung sampah dari DKI Jakarta hingga 10 tahun ke depan.

"Jika sampahnya ditumpuk saja, dengan luas 110 hektare dan kiriman sampah 6.700 ton per hari, Bantargebang bisa bertahan 10 tahun lagi. Tapi dengan sistem sanitary landfill dan geomembran, usianya lebih panjang lagi, berakhir pada 2032," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis TPST Bantargebang, Kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta itu, September 2017 lalu.

Pekan lalu, Asep justru memperingatkan, dengan sistem pengolahan sampah seperti saat ini, TPST Bantargebang diperkirakan overload pada 3-4 tahun ke depan. "TPST Bantargebang hanya mampu menampung 49 juta ton sampah. Saat ini sudah terisi 39 juta ton."

Setiap hari, TPST ini mendapat ki-riman sampah dari Ibu Kota sebanyak 7.000 ton. Dengan sistem pengelolaan sanitary landfill, hamparan sampah ditimbun tanah, Bantargebang hanya bisa bertahan hingga 2021.

Upaya untuk mengelola sampah dengan cara lain bukan tidak dilakukan. Sejak Maret lalu, misalnya, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengembangkan pengelolaan sampah untuk menghasilkan energi listrik. Satu unit instalasi akan mengolah 100 ton sampah per hari, yang menghasilkan 400 kilowatt listrik.

Direktur Pusat Teknologi Lingkung-an BPPT Rudi Nugroho mengatakan teknologi termal itu merupakan pilihan terbaik dan sudah banyak digunakan di dunia. "Cocok untuk jenis dan kondisi sampah di Indonesia serta ramah lingkungan."

Pembakaran dilakukan dalam suhu di atas 950 derajat celsius sehingga meminimalkan gas buang yang mencemari lingkungan. Panas inilah yang digunakan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik.

Namun, Asep mengakui konsep pengolahan termal ini belum menyelesaikan masalah. "Volume sampah yang datang jauh lebih besar daripada kemampuan pengolahannya."

Di TPST Bantargebang juga, perusahaan swasta terlibat dalam pengelolaan sampah untuk dijadikan kompos dan melakukan daur ulang. Namun, lagi-lagi, itu tidak bisa menahan kematian TPST ini secara signifikan.

50 tahun

Meski demikian, harapan Asep belum pupus. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta sudah berencana membangun intermediate treatment facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara, bulan ini.

Instalasi itu diproyeksikan mampu mengolah 2.200 ton sampah setiap hari menjadi listrik. Setelah Sunter, juga akan dibangun tiga ITF lain. Meski ITF itu baru akan dioperasikan tiga tahun ke depan, Asep yakin ketergantungan pada TPST Bantargebang segera bisa diakhiri.

"Kami tidak akan meninggalkan tumpukan sampah di Bantargebang karena sampah harus diolah sampai habis. Saat ini sudah ada 10 investor yang mengajukan proposal untuk mengolahnya," tambah Asep.

TPST Bantargebang dioperasikan menampung sampah warga DKI sudah lebih dari 30 tahun. Keberadaannya berulang kali membuat panas dingin hubungan Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi.

Ketidakpuasan masih terus disuarakan di Kota Bekasi. Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, misalnya, menuding janji Pemprov DKI menerapkan teknologi pengolahan yang canggih tidak terealisasi. "DKI juga tidak berkomitmen mengurangi volume kiriman sampah."

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi juga memperingatkan Pemprov DKI. "Kewajiban DKI memulihkan dampak lingkungan masih berlanjut hingga 50 tahun ke depan." (J-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More