Tjahjo Selamatkan Program KTP-E

Penulis: Rahmatul Fajri Pada: Rabu, 12 Des 2018, 07:55 WIB Politik dan Hukum
Tjahjo Selamatkan Program KTP-E

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo -- MI/ROMMY PUJIANTO

MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku akan bertanggung jawab jika ia sendiri yang terbukti membuang KTP-E di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur, baru-baru ini.

Hal tersebut ia sampaikan untuk merespons pernyataan dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang mengatakan sudah seharusnya Tjahjo mundur dari jabatannya sebagai Mendagri.

Menurut Tjahjo ada oknum yang sengaja membuang KTP-E, sehingga mengakibatkan polemik dan berujung dengan menyalahkan dirinya.

"Kalau saya yang buang, saya tanggung jawab. Kan ini ada oknum yang membuang dengan sengaja," kata Tjahjo di Rakornas Pendidikan Antikorupsi di Jakarta, kemarin.

Tjahjo menjanjikan KTP-E yang tercecer tersebut sudah kedaluwarsa sehingga tidak akan mengganggu pencatatan data penduduk sipil.

Selain itu, seharusnya KTP-E yang telah usang tersebut harus dimusnahkan dengan cara dipotong dan dibakar.

"Ini sudah ada perintah untuk dipotong. Lah, ini kok dibuang di sawah," kata Tjahjo.

Ia pun heran karena KTP-E tersebut bisa sampai tercecer dan keluar dari tempat penyimpanan yang seharusnya. Padahal tindakan tersebut bisa berujung pada pidana dan diproses kepolisian.

"Tidak fair jika pelaku kejahatan tindak pidana yang dilakukan orang lain dan dilakukan secara sengaja dalam dua kasus tersebut, tapi kesalahannya ditimpakan kepada Mendagri Tjahjo Kumolo," kata Kapuspen Kemendagri Bahtiar.

Bahtiar menyatakan jika hal tersebut terus dibiarkan, kejahatan dan tindak pidana serupa terus terulang. "Lalu dengan mudahnya pejabat publik diminta yang bertanggung jawab. Hal tersebut bukanlah pendidikan politik yang baik buat masyarakat. Fakta yang benar Mendagri justru telah menyelamatkan proyek KTP-E sesuai UU Nomor 23 tahun 2013 tentang Kependudukan.''

Di era Tjahjo Kumolo, secara perlahan dan pasti pemerintah telah mampu mengurai dan menyelesaikan permasalahan KTP-E. Perekaman KTP-E saat ini sudah mencapai angka 97,3%.

Ditangkap

Dalam kasus KTP-E ini pula, DID atau NID, anak mantan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, ditangkap polisi. Dia diringkus karena menjual blangko KTP-E secara daring.

"Memang dia itu mengambil blangko KTP-E tanpa izin dari orang tuanya, enggak ada pamit untuk memintanya. Jadi memang ambil sendiri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Menurut Argo, DID dibekuk Senin (10/12) di Lampung. Pelaku diketahui menjual blangko KTP-E melalui situs Tokopedia.

"Blangko yang dijual itu benar-benar merupakan blangko yang kosong," jelas Argo.

Sebelumnya, Tjahjo meng-ungkapkan bila penjual blangko KTP-E ialah anak dari mantan kepala Disdukcapil di Lampung. Tjahjo memastikan tak ada masalah serius akibat penjualan blangko secara ilegal tersebut.

"Si anak yang menjual ini mencuri blangko KTP-E dari ayahnya,'' (Nrj/Ins/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More