Program Binmas Noken Diyakini Bisa Meredam Separatis di Papua

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Selasa, 11 Des 2018, 16:07 WIB Politik dan Hukum
Program Binmas Noken Diyakini Bisa Meredam Separatis di Papua

MI/INSI NANTIKA JELITA

PENELITI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hermawan Sulistyo, mengatakan bahwa program dari Binmas Noken Polri dapat meredam kelompok separatis di Papua.

"Iya jelas (bisa meredam). Kalau saya 1.000% yakin bisa tergantung programnya. Kalau hanya parsial kecil seperti itu untuk lima kabupaten paling sedikit tidak sampai 15 miliar," jelas Hermawan di Hotel Diradja, Tendean, Jakarta, Selasa (11/12).

Baca juga: Binmas Noken Polri Bekerja Sentuh Hati Masyarakat Papua

Diakui Hermawan, Satgas Binmas Operasi Papua mengalami kendala saat pergi ke Mimika, Puncak Jaya, Nabire, Paniai, Jayawijaya dan daerah lainnya untuk melakukan program-program Binmas Noken Polri tersebut.

"BBM ditempat itu susah, listrik juga. Pikiran orang, kalau datang ke Papua karena susah balik ke Jawa, secepatnya bawa uang sebanyak-banyaknya tidak peduli dampaknya," jelas Hermawan.

Tujuan program yang dilakukan Binmas Noken Polri ialah untuk memenangkan hati masyarakat Papua. Ia yakin dengan adanya Binmas Noken Polri, masalah konflik di Papua bisa diselesaikan. Untuk diketahui, program yang dilakukan Binmas Noken Polri, berupa program fisik dan non fisik. Program fisik berupa pemberdayaan masyarakat Papua dengan beternak hewan babi dan budi daya lebah madu. Sementara program non fisik seperti pendidikan sekolah untuk anak-anak di Papua.

"Kalau ini dilakukan secara masif selama 10 tahun masalah Papua selesai. Pendatang yang bertugas otaknya itu cuma balik ke Jawa bawa duit sebanyak-banyaknya menganggap bahwa peradabannya lebih tinggi. Kita datang untuk ajari masyarakat yang belum mempunyai peradaban di sana," terang Hermawan.

Hambatan Binmas Noken Polri dalam memberikan program di Papua, kata Hermawan, ada pada letak geografis, demografi, pola pikir, dan pemerintah daerah setempat.

"Gini kalau respons pemda ada yang positif dan ada yang indiferrent. Indeferrent tuh ya yang tidak mau tahu (program Binmas Noken). Wong sesama polisi juga kadang-kadang ada yang bilang 'itu bukan program kami' tidak mau ikut. Jadi tugas saya memberikan konsultasi memberikan masukan ke tim Binmas Noken ini apa yang jangan dilakukan dan apa yang bagus dilakukan." tutup Hermawan. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More