Pilpres 2019, Golkar Sumut Incar 1,2 Juta Suara untuk Jokowi-Amin

Penulis: Yoseph Pencawan Pada: Senin, 10 Des 2018, 16:00 WIB Nusantara
Pilpres 2019, Golkar Sumut Incar 1,2 Juta Suara untuk Jokowi-Amin

Ist

PENGURUS Partai Golkar Sumatra Utara akan memaksimalkan perolahan suara dari kader dan simpatisan partainya untuk mendukung pemenangan pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumatra Utara Ahmad Dolly Kurnia mengungkapkan, bila partainya dapat memaksimalkan dukungan suara dari kader di provinsi ini, maka pasangan Jokowi-Amin akan dapat 1,2 juta tambahan suara dari Sumut.

"Kami memastikan 1,2 juta suara dari kader. Mereka sepenuhnya akan mendukung pasangan Jokowi-Maruf Amin pada Pemilu 2019 mendatang," katanya saat pembukaan Rapimda III Golkar Sumut di Medan, Senin (10/12).

 

Baca juga: PAN Kalsel Dukung Jokowi-Ma'ruf

 

Angka itu pula yang menjadi target dari Golkar Sumut dalam pemenangan pasangan Jokowi-Amin. Mereka menargetkan dapat menjaring 100% suara kadernya untuk memilih pasangan Capres-Cawapres bernomor urut 01 tersebut.

Dia optimistis target itu mampu tercapai, bahkan bisa lebih, karena sejak lima bulan lalu, saat tampuk pimpinan DPD Golkar Sumut dia jabat, Dolly langsung melakukan berbagai aktivitas konsolidasi internal.

Konsolidasi dilakukan untuk memastikan seluruh program dan target yang ditetapkan untuk Golkar Sumut, dapat dicapai bersama.

"Kami sudah berhasil membunuh malas. Kami sudah bekerja dengan semangat dan menyatakan Golkar Sumut sangat siap menghadapi pemiku 2019," katanya.

Selain sokongan 1,2 juta suara untuk Jokowi-Amin, lanjut dia, Golkar Sumut juga membidik target perolehan 6 kursi DPR RI, 18 kursi DPRD provinsi dan 284 kursi DPRD kabupaten/kota. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More