Bapenda Pekanbaru Sweeping Pelaku Usaha Guna Raih PAD Reklame RP150 Miliar

Penulis: Antara Pada: Minggu, 09 Des 2018, 09:05 WIB Nusantara
Bapenda Pekanbaru Sweeping Pelaku Usaha Guna Raih PAD Reklame RP150 Miliar

Ist

KOTA Pekanbaru diketahui memiliki potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor reklame sebesar Rp150 miliar. Hal itu diungkap Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru asalkan semua pelaku usaha tertib administrasi dan membayar pajak.

"Jika dihitung potensi PAD dari sektor reklame ini bisa menghasilkan Rp 150 miliar. Sementara sampai saat ini masih jauh. Yang membayar baru sekitar Rp25 miliar," kata Kepala Bapenda Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, di Pekanbaru, Minggu (9/12).

Zulhelmi Arifin menjelaskan minimnya capaian itu karena beberapa hal, terutama akibat Wajib Pajak (WP) yang menunggak, selain juga tidak jujur melaporkan pemasangan reklame dan sebagainya.

Karena itu, pihaknya melakukan sweeping terhadap tempat usaha dan papan reklame yang terpasang di wilayah Pekanbaru. Bahkan, agar target pajak reklame tercapai, Bapenda Pekanbaru akan mengejar para WP yang belum membayarkan pajak seperti halnya swalayan dan brand handphone.

Baca Juga: Raih Potensi PAD, Pemkot Bekasi Siapkan Lima Strategi

Pihaknya juga akan melakukan penyegelan dan pemasangan stiker menunggak pajak kepada para Wajib Pajak di Pekanbaru. Sebab, Badan Pendapatan Daerah mengklaim cara ini efektif untuk menarik pajak guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

"Kami akan terus segel dan tempel reklame-reklame merk yang tidak bayar pajak tersebut," tegas dia.

Upaya ini, lanjut Zulhelmi, tidak bermaksud menghambat atau menghalangi investor menanamkan modal dan berbisnis di Pekanbaru. Namun sesuai Peraturan Daerah pelaku usaha harus taat pajak.

"Kami tidak mau mematikan usaha orang, namun terhadap kewajiban membayar pajak tersebut tolonglah ditunaikan. Sebenarnya kami juga tidak mau menggunakan cara-cara seperti ini, tapi karena tidak juga ada kesadaran dari wajib pajak, terpaksa  ditempuh cara seperti ini," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar pengusaha dan masyarakat patuh kepada kewajibannya membayar pajak. Sebab dana inilah yang akan digunakan Pemda untuk membangun fasilitas umum dan pelayanan masyarakat.

"Bayar pajak tersebut juga untuk kebaikan bersama karena uangnya digunakan untuk pembangunan kota Pekanbaru," imbuhnya.

Ia menambahkan selain pajak reklame, Dispenda juga gencar menagih pajak restoran dan tempat makan. Pihaknya mengimbau agar para WP seperti restoran wajib melakukan tiga hal yakni wajib pungut, wajib lapor dan wajib setor.

Kemudian mereka harus jujur, berapa pajak dipungut harus sesuai dengan yang disetorkan.

"Kalau dia memungut pajaknya misalnya saja 10, tapi distorkan lima. Ini saja sudah jelas salah dan bisa dipidanakan. Untuk itu kami ingatkan wajib pajak untuk bisa melakukan kewajibannya tersebut," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More