Anies akan Pelajari Hasil Riset Jakarta Sebagai Kota Intoleran

Penulis: Fachri Audhia Hafiez Pada: Minggu, 09 Des 2018, 08:25 WIB Megapolitan
Anies akan Pelajari Hasil Riset Jakarta Sebagai Kota Intoleran

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

HASIL riset Setara Institute yang menyebutkan Jakarta sebagai kota dengan toleransi terendah akan segera dibaca oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia lantas meminta pihak peneliti membuka instrumen penelitian tentang kota intoleran. Menurutnya, instrumen dalam penelitian bisa menjerumuskan hasil riset yang diinginkan.

"Saya ingin baca nanti studinya, studi apapun kita harus baca supaya kita mengetahui," kata Anies ditemui di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12).

"Apakah ada pertanyaan yang bias atau tidak, apakah semua pertanyaan objektif atau tidak, karena bisa saja pertanyaan itu disusun untuk mendapatkan jawaban tertentu," ujar Anies.

Baca Juga: Anies Pastikan PKL Patuh dan Pindah ke Skybridge

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini bakal mengundang pihak Setara Institute untuk memahami lebih jauh hasil yang telah dirilis itu. Namun, Anies juga enggan menyebut kalau hasil riset tersebut tidak benar.

"Jangan disimpulkan hasil survei tidak sesuai, saya akan pelajari tapi saya undang ahli statistik dan saya undang setara buka (instrumen penelitian)," pungkas Anies.

Setara Institute mengukur soal promosi dan praktik toleransi di 94 kota di Indonesia sepanjang 2018. Dalam Laporan Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2018 itu disebutkan, DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya, masuk daftar 10 kota dengan skor toleransi terendah.(medom.id/OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More