Perbaikan Tanggul Sungai Boyong dan Banyurejo Berdasarkan Prioritas

Penulis: Antara Pada: Minggu, 09 Des 2018, 07:25 WIB Nusantara
Perbaikan Tanggul Sungai Boyong dan Banyurejo Berdasarkan Prioritas

Antara

PERBAIKAN sejumlah talud maupun tanggul yang rusak atau jebol akibat hujan deras beberapa waktu lalu di Daerah Istimewa Yogyakarta akan dilakukan berdasarkan skala pioritas.

"Perbaikan itu prinsipnya berdasarkan prioritas. Salah satunya didasarkan tingkat kerusakan dan fungsinya dalam aspek terkait pengamanan pemukiman ataupun lainnya," kata Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) OP III Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) Ovi Anton Nugroho di Sleman, Minggu (9/12).

Terkait dengan lokasi longsor di Sungai Boyong dan Banyurejo, di Kabupaten Sleman, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi.

"Hal tersebut sesuai dengan arahan Kabala BBWSSO dengan tim OP III dan Merapi," ujarnya.

Ia mengatakan karena anggaran OP III kurang memadai untuk kegiatan di lokasi tersebut dengan skala kerusakannya, maka dikategorikan dalam kegiatan rehab.

"Jadi kemungkinan akan diusahakan kegiatan rehab di tahun depan oleh teman-teman Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA)," lanjutnya.

Baca Juga:

Hujan dan Tanggul Jebol Sulitkan Banjir Surut

Selain itu, pihaknya telah mendata kerusakan di saluran Selokan Mataram maupun Selokan "Van Der Wijk".

"Namun, untuk masalah perawatan masih dilakukan secara bertahap, karena kami sesuaikan dengan anggaran," sebutnya.

Pihaknya memastikan untuk kerusakan-kerusakan itu tetap akan ditangani.

"Hanya proses pemeliharaan mulai dari ditata dan pertama dari hulu dahulu baru ke arah hilir, harapannya dalam jangka waktu tertentu nantinya akan bisa mengcover keseluruhan panjang selokan," jelasnya.

Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang melanda Sleman beberapa waktu lalu kembali menyebabkan bencana. Tanggul Sungai Boyong dan saluran Selokan "Van Der Wijk" tidak kuat menahan debit air yang besar sehingga sebagian tanggul itu longsor.

Lokasi kejadian yaitu di Dam Lojajar Sungai Boyong, Dayakan, Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik kondisi tanggul secara keseluruhan banyak bagian yang rusak. Di bagian bawah tanggul sudah banyak yang tergerus air sehingga rawan longsor.

Selain itu, pembatas dam juga banyak yang hilang. Di gorong-gorong dam juga ada batang pohon yang melintang. Akibatnya aliran air menjadi terhambat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan langkah pencegahan.

"Di dua lokasi itu telah kami pasang garis pembatas agar masyarakat tidak mendekat," ujarnya.

Menurutnya tanggul di Sungai Boyong longsor itu karena tergerus derasnya aliran air. Karena sudah tergerus, akibatnya tidak bisa menahan konstruksi bagian atas sehingga terjadi longsor.

"Di bagian atas tanggul juga terlihat ada retakan sepanjang 12 meter," sebutnya.

Untuk kerusakan saluran Van Der Wijk di Dusun Jambean, Banyurejo, Kecamatan Tempel berupa tanggul setinggi 10 meter dengan panjang 10 meter dan lebar dua meter longsor.

"Akibatnya mengganggu akses jalan untuk dua rumah yang dihuni empat
kepala keluarga (KK)," pungkasnya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More