Hujan Deras dan Petir Landa Bali, 5 Tewas

Penulis: Ruta Suryana Pada: Minggu, 09 Des 2018, 09:15 WIB Nusantara
Hujan Deras dan Petir Landa Bali, 5 Tewas

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

TIM SAR Denpasar dan petugas gabungan berhasil mengevakuasi 5 korban tanah longsor, 4 di antaranya tewas, di Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali, setelah pencarian lebih dari 7,5 jam. Korban semua berasal dari satu keluarga yang rumah mereka hanyut terseret longsoran tebing.

Longsor di wilayah itu terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda sebagian besar Bali sejak Jumat (7/12) malam hingga kemarin dini hari. Total lima orang tewas akibat bencana tersebut.

"Kami harus hati-hati dalam proses evakuasi karena kontur tanahnya masih labil," kata Kepala Seksi Operasi SAR Denpasar Ida Bagus Surya Wirawan di Batubulan, Kabupaten Gianyar, kemarin.

Korban yang ditemukan terakhir dari reruntuhan rumah yang tertimbun longsor atas nama Ni Made Adin Radita Paguna, 3. Tiga korban meninggal yang lebih dahulu ditemukan dan dievakuasi, yakni Ni Made Lintang Ayu Widmerti, 31, Ni Putu dewi Via Laka Sari, 6, dan Nyoman Ali Anggaran Paguna, 2.

Satu-satunya korban selamat penghuni satu rumah tersebut ialah atas nama Made Oktara Dwi Paguna, 30, yang saat ini masih dirawat di RSUP Sanglah. Made mengalami sejumlah luka di wajah dan beberapa bagian tubuhnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gianyar, Anak Agung Oka Digjaya, mengatakan longsor terjadi di bagian tebing yang tingginya sekitar 10 meter. Bangunan rumah korban yang berada di bagian atasnya ikut terseret dan longsor ke arah sungai.

Pada hari yang sama, di ujung timur Bali, tepatnya di Dusun Babakan, Desa Peringsari, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, seorang pedagang Ni Wayan Cenik, 45, tewas karena kaget mendengar gelegar petir.

Dari informasi yang dihimpun, saat itu korban yang selama ini dikenal memiliki riwayat lemah jantung keluar kamarnya hendak melihat cucunya yang tidur di kamar lain. Namun, baru membuka pintu kamarnya, tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar sehingga dia langsung ambruk. Korban sempat dibawa ke puskemas sebelum dinyatakan meninggal.

Cuaca buruk yang melanda Pulau Dewata itu merendam sejumlah ruas jalan di ibu kota Bali, Denpasar. Akibatnya, Kota Denpasar mengalami macet total dan nyaris lumpuh. Namun, situasi kembali normal setelah hujan reda.

Hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa bangunan Pura Kepuh Kembar di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Hujan es
Dalam peristiwa lainnya, belasan pohon tumbang setelah hujan es disertai angin kencang dan petir melanda Kecamatan Singaparna dan Jalan Raya Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Cuaca buruk tersebut juga menyebabkan rusaknya beberapa rumah penduduk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Hujan deras yang terjadi disertai petir, angin kencang, dan turun butiran es sebesar kerikil tersebut telah menyebabkan puluhan pohon di sepanjang Jalan Cintaraja tumbang. Banyak rumah di beberapa kecamatan, mulai Singaparna, Mangunreja, Sukaratu, Padakembang, hingga Leuwisari juga rusak," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Tasikmalaya, Dede Sudrajat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah, (BPBD) Kota Tasikmalaya, Saepudin, mengatakan hujan deras juga menyebabkan kerusakan areal persawahan, saluran irigasi, dan rumah. Selain itu, beberapa Jalan tertimbun tanah longsor. (OL/AD/Ant/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More