Resep Jokowi Menangkal Fitnah

Penulis: (Rudy Polycarpus/X-8) Pada: Minggu, 09 Des 2018, 08:45 WIB Politik dan Hukum
Resep Jokowi Menangkal Fitnah

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

SERANGAN isu negatif dan fitnah seakan menjadi makanan sehari-hari Presiden Joko Widodo dan keluarga. Ia mulai menerpa ketika Jokowi mengikuti Pilkada Kota Surakarta pada 2005, meningkat saat Jokowi berkontestasi di Pilgub DKI 2012, membesar di Piplres 2014, dan kembali marak jelang Pilpres 2019.

Namun, Jokowi mengaku sudah terbiasa dengan semua itu. "Tentu saja dengan kapasitas yang lebih besar, ininya juga gede. Negatifnya banyak, tapi positifnya jauh lebih banyak," kata Jokowi.

Presiden blak-blakan saat bersama keluarga berbincang dengan juru warta di Green Cafe, Kebun Raya Bogor, kemarin. Perbincangan benar-benar berlangsung santai. Jokowi mengenakan kaus putih dibalut jaket hitam dan celana olahraga hitam, sedangkan Ibu Negara Iriana Joko Widodo memakai kaus hitam dan jaket merah muda.

Hadir pula putra tertua Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, bersama sang istri, Selvi Ananda, serta putri Jokowi, Kahiyang Ayu dan suaminya, Bobby Siregar. Tak ketinggalan cucu Jokowi, Jan Ethes dan Sedah Mirah Nasution. Putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, tidak tampak karena ke Makassar untuk mengurus bisnisnya.

Setiap menghadapi fitnah, Iriana terus mengedepankan kesabaran. "Selalu saya support untuk Pak Jokowi dan selalu berdoa semoga dalam menjalankan tugas amanah ini berjalan dengan lancar.''

Gibran juga mengaku sudah kenyang dengan isu negatif. Dia punya resep untuk menangkalnya, yakni pantang reaktif. "Komentar negatif selalu ada dari dulu. Saat wali kota, gubernur, sekarang pilpres pasti ada komentar negatif terus. Kalau ada komentar negatif, keluarga tidak boleh reaktif.''

Jika reaktif, kata pengusaha martabak kelahiran Surakarta, 1 Oktober 1987 itu, isu negatif dan fitnah justru akan menjadi viral.

Sebelum temu wartawan, Jokowi dan keluarga jalan pagi bareng dari Wisma Dyah Bayurini, Istana Kepresidenan, menuju Kebun Raya Bogor, Sepanjang perjalanan, mereka menyapa warga. Sesekali Presiden meladeni masyarakat berswafoto.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More