Beragam Pola Daur Ulang

Penulis: (Zuq/M-1) Pada: Minggu, 09 Des 2018, 08:15 WIB Hiburan
Beragam Pola Daur Ulang

Ist

TIDAK hanya pada musik, tren nostalgia juga terlihat di industri film. Namun, sedikit berbeda, nostalgia yang dihadirkan lebih bermacam bentuk. Tidak melulu daur ulang, tetapi banyak pula yang merupakan film baru dengan inspirasi kisah 90-an atau malah lebih lawas.

Contoh teranyar ialah film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur yang rilis pertengahan bulan lalu. Film yang menjadi box office dengan menembus 3 juta penonton itu memiliki judul yang mengingatkan pada film Bernapas Dalam Kubur (1971), sedangkan kisahnya mengingatkan pada film Sundel Bolong (1981) meski tidak persis sama.

Sebelumnya, ada pula film Benyamin Biang Kerok yang rilis Maret 2018. Film yang dibintangi Reza Rahadian itu menyajikan kisah yang baru, meski diangkat dari sosok terkenal Benyamin S.

Terkait tren ini, pengamat film Ekky Imanjaya menilai pendaurulangan film berkaitan erat dengan sinema cult. Istilah itu berarti film-film yang mempunyai pengikut militan yang selalu merayakan fi lmnya. Umumnya, para penggemar menonton filmnya berkali-kali tanpa merasa bosan. Bahkan, mereka hafal dialog-dialog dan gestur tubuh para karakternya.

“Ciri film cult itu adalah salah satunya sering dikutip dialognya, atau yang paling diingat,” ujar Ekky sembari memberi contoh ‘nyanyian kode’, atau ‘jangkrik bos’ dalam Warkop DKI. Seberapa besar fan terhadap suatu film, itulah yang turut menentukan kesuksesan film, selain tentunya soal strategi pemasaran.

Pola yang dipakai dalam mendaur ulang film ialah reborn dan remake. Reborn merujuk pada upaya menghidupkan kembali bintang film legendaris dengan segala atribut dan ciri khasnya. Sementara itu, remake ialah mendaur ulang cerita. “Remake lebih ke cerita, kalau reborn lebih ke menghidupkan karakter,” terang Ekky.

Menurut Ekky, film berbasis novel dengan setting era 90an pun mendapat tren positif pada tahun ini, misalnya, Dilan 1990 berhasil menembus 6 juta penonton.

“Menjual nostalgia, menjual memori memang lagi tren. Gak harus film reborn. Dilan (1991) aja itu memori tentang di Bandung tahun 1990-an. Bohemian Rapsody juga begitu,” ujar Ekky.

Meski demikian, Ekky menilai film yang dibesarkan dengan sinema cult legendaris akan mencapai titik jenuh. “Sampai kapan kita mengeksploitasi kenangan? Yang kita tahu malah kenangan atas kenangan,” tukas Ekky

Hal sama juga dikatakan Iga pada industri musik. Tren nostalgia ini tidak akan berlangsung lama sebab tren ini juga akan menggalami titik jenuh.

“Tidak (berlanjut). Ini kalau 2019 masih ya over exposed,” ujar Iga yang menilai tren tersebut juga merupakan pengaruh dari luar negeri. Contohnya adalah dari musisi Bruno Mars yang, meliris lagu Finesse pada 2016. Video lagu itu keluar pada Januari tahun ini dan sangat kental dengan nuansa 90-an.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More