Era Nostalgia

Penulis: Abdillah Marzuqi Pada: Minggu, 09 Des 2018, 08:00 WIB Hiburan
Era Nostalgia

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

DI tengah menanjaknya musik elektronik, lagu-lagu band 1990-an seperti hit dari Sheila on 7 (So7) dibawakan kembali oleh band yang lahir di era generasi Z, Pee Wee Gaskins. Tidak hanya lagu So7, dalam minialbum Salute to the 90’s itu band beraliran alternatif rock tersebut juga menyanyikan lagu Dewa 19 hingga Potret.

Bangkit kembalinya era nostalgia, khususnya 1990-an, juga terlihat di industri sinema. Film-fi lm daur ulang, bahkan menjadi box office. Lalu, apakah yang sebetulnya mencetuskan fenomena yang juga sudah lebih dulu terjadi di Amerika Serikat ini? Berikut ulasannya:

Kenangan dan Pencarian Karakter
AWAL tahun ini kematian vokalis The Cranberries, Dolores O’Riordan, membawa banyak orang bersedih. Dolores dan band-nya memang menjadi salah satu ikon musik era 1990-an.

Gelombang kesedihan di salah satu sudut Jakarta melahirkan acara A Tribute To Dolores yang menghadirkan Kikan (eks vokalis Cokelat) sebagai salah satu penampil.

Meski mungkin tidak ada korelasi dengan acara tersebut, sepanjang tahun ini kita kemudian makin banyak mendapatkan lagi melodi 1990-an. Nostaligia ini hadir lewat konser maupun dari studio rekaman.

Pada Juli, band alternatif rock yang populer di generasi Z, Pee Wee Gaskins, mengeluarkan minialbum Salute To 90’s. Di dalamnya ada lagulagu hit dari Sheila on 7, Dewa 19, hingga Rumahsakit yang dinyanyikan dalam rasa lebih ‘keras’. Menjelang akhir tahun, pada November pun hadir hadir kembali konser The 90s Festival. Di penyelnggaraan keempat ini kita menyaksikan Padi di bawah nama Padi Reborn.

Melihat fenomena ini, pentolan grup band Barasuara, Iga Massardi menilai sebagai kekuatan nostalgia.“Memang kita orang Indonesia itu senang nostalgia. Awalnya ada acara tribute 90, terus sekarang makin ramai,” terang Iga Massardi kepada Media Indonesia, Jumat (7/12). Konser musik musisi luar negeri yang pernah berjaya pada era 1990-an maupun yang lebih lampau, menurutnya, juga menguatkan virus nostalgia itu. Sebut saja Liam Gallagher, yang berlangsung Januari di Ancol, Incubus pada Februari, hingga konser pada Agustus.

Autentik
Terpisah, pentolan band Potret yang juga produser dan pengamat musik Anto Hoed menilai tren nostalgia ini juga sebagai bentuk pencarian anak muda tentang musik yang berkarakter. Para musikus muda berusaha menemukan sumber yang lebih otentik.

“Anak muda menoleh kembali pada era ketika banyak musikus mempunyai karya dengan karakter kuat. Mereka membutuhkan itu untuk referensi karya. Mereka mencari sumber-sumber yang lebih autentik, makanya yang dicari adalah musik-musik di 1990, 1980, bahkan 1970,” terang Anto Hoed (5/12).

Anto menilai kemunculan tren itu bermula dari wilayah selatan. Sekelompok musikus muda di Jakarta Selatan membentuk wadah bernama Diskoria Selekta yang memainkan lagu jadul dengan iringan musik disko.

Di sisi lain, Anto menyayangkan industri musik di Indonesia kurang awas terhadap fenomena tersebut. Industri musik seharusnya mampu mengkonsolidasi tren nostalgia yang mencerminkan kebutuhan akan musik berkarakter tersebut.

Suara dari masyarakat bawah yang terwujud dalam tren anak muda luput dari perhatian industri musik. Sebagai solusinya, Anto mencontohkan industri musik di Amerika yang tidak berhenti mencari hanya pada tingkatan tertentu. “Karena di Amerika pun, industri besar. Misalnya ada yang besar, kemudian dia mencari Jay-Z, kemudian (Kanye) West, mencari lagi di bawahnya ada 50 Cent, ke bawah (terus) bawah,” tegasnya.

Menurut Anto, seharusnya kelompok musik independen diambil kelompok yang lebih besar. Kelompok itu lalu memberikan kepada kelompok yang lebih besar lagi di atasnya. Begitu seterusnya hingga sampai pada industri. “Jadi industri yang di atas, hanya tinggal melancarkan tentang bisnisnya. Itu yang tidak dilakukan,” pungkasnya. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More