Karunia Semesta, Kado Tiga Dasawarsa KLa Project

Penulis: (AT/M-2) Pada: Minggu, 09 Des 2018, 04:35 WIB Weekend
Karunia Semesta, Kado Tiga Dasawarsa KLa Project

MI/ARDI TERISTI HADI

MERAYAKAN tiga dasawarsa keberadaannya, KLa Project tampil dengan totalitas dalam konser ulang tahun bertajuk Karunia Semesta. Lagu-lagu mereka yang telah melampaui beberapa generasi, Rabu (5/12) malam, menjadi kian istimewa karena diperkaya dengan elemen musik etnik, marching band, penari latar, hingga musisi muda.

Konser yang dihelat di Plenary Hall JCC tersebut dibuka tepat pukul 20.25 WIB, ketika intro lagu Satu Kayuh Berdua mengalun seiring nyala lampu panggung yang sebelumnya digelapkan. Ribuan penonton yang telah menunggu sontak bertepuk tangan riuh.

Seusai lagu tersebut, KLa Project tancap gas dengan menggeber Prahara. Para penonton pun hanyut dan ikut bernyanyi.

Sudah menjadi tradisi bagi band yang beranggotakan Katon Bagaskara (vokal dan gitar), Romulo Radjadin alias Lilo (gitar dan vokal), serta Adi Adrian (kibor) tersebut untuk tampil beda saban konser perayaan. Jika bertahun-tahun lampau mereka konser dengan nuansa akustik ataupun orkestra, tahun ini mereka tampil dalam format big band.

Sekitar 30 lagu dihadirkan dalam konser itu, seperti Gerimis, Menjemput Impian, Anak Dara, Bahagia Tanpamu, Takluk, Waktu Tersisa, Terpuruk Ku di Sini, Romansa, Meski Tlah Jauh, Rentang Asmara, Radio, Belahan Jiwa, Semoga, hingga Tentang Kita.

"Tiga puluh tahun lalu lagu ini diciptakan. Setelah tiga puluh tahun, kami sekarang sudah kepala lima dan memainkannya dengan kunci dan tempo sama. Ini masalah harga diri," canda Lilo seusai menyanyikan Laguku. Mendengarnya, tawa disertai tepuk tangan penonton pun pecah.

KLa Project tidak sendiri malam itu. Mereka mengundang sejumlah bintang tamu, seperti Isyana Sarasvati dan Istiqamah 'Pusakata' Djamad. Tampil pula mantan drummer KLa Project, Ari Burhani, dan penyanyi latar KLa Project sejak album pertama hingga terakhir, Sisca. Mereka tampil bersama dalam lagu Rentang Asmara.

Sementara itu, pada tengah lagu Waktu Tersisa, putri almarhum Abdurahman Wahid, Yenny Wahid, tampil ke panggung. Dengan penuh penghayatan, ia bacakan puisi tentang menghargai perbedaan. "Puisi tadi dibuat waktu melihat KLa berlatih dan terinspirasi dari lagu KLa. Selamat ulang tahun KLa," ujar Yenny.

Totalitas dan konsistensi

Konser Karunia Semesta berlangsung sekitar 3 jam 10 menit. Selama konser, KLa menunjukkan totalitas, tidak hanya dalam bermusik, tetapi elemen-elemen lain, seperti tata cahaya, tata panggung, dan layar LED, berpadu harmonis untuk menampilkan pementasan yang atraktif. Alhasil, lagu-lagu yang dibawakan, walau lawas, terasa tetap segar.

Konser ini juga memasukkan unsur etnik, dengan menghadirkan musik tradisional Aceh, Minang, Jawa Barat, Jogja, hingga Bali, lengkap dengan para sinden. Bahkan, ada pula marching band.

Walau dengan 'kemasan' berbeda, mayoritas penonton tampaknya memang datang karena rasa nostalgia. Itu tampak dari respons mereka saat Lilo menyapa para penonton.

"Terima kasih. Malam ini kami akan bawakan banyak lagu baru," seru Lilo. Penonton pun seolah kaget, hanya sedikit yang tepuk tangan.

Lilo tidak habis akal. "Malam ini kami akan bawakan banyak lagu-lagu lama dan sangat lama," teriaknya lagi. Langsung tawa dan tepuk tangan kembali riuh.

Sekitar pukul 23.35 WIB, KLa Project menutup Karunia Semesta dengan lagu Tentang Kita. "Tetap setia sampai selama-lamanya," begitu koor yang dinyanyikan KLa bersama para KLanis di akhir malam.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More