Umat Islam Indonesia Harus Jadi Panutan dalam Persatuan dan Toleransi

Penulis: Atalya Puspa Pada: Sabtu, 08 Des 2018, 18:03 WIB Politik dan Hukum
Umat Islam Indonesia Harus Jadi Panutan dalam Persatuan dan Toleransi

Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

PERWAKILAN Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Achmad Sudrajat mengungkapkan, umat Islam di Indonesia diharapkan untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dirinya mengatakan, keindahan Islam akan tercermin saat umat Islam beribadah bersama secara damai .

"Wajib bagi kita mensyukuri dengan menjaga persatuan kebersamaan alangkah indah kalau kita bersatu. Bisa sholat, bisa dzikir, bisa bekerja, bisa belajar bersama," ungkap Achmad dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar PBNU di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (8/12).

Dirinya juga mengatakan, umat Islam di Indonesia harus menjadi contoh bagi negara lain dalam persatuan dan toleransi.

"Indonesia khususnya umat Islam menjadi contoh ke depan. Sumber daya peradaban yang kita punya suku bangsa masyarakat dan negara merupakan anugerah yang Allah berikan," kata Achmad.

Achmad juga mengatakan, karakter Rasulullah SAW harus menjadi contoh utama bagi umat Islam Indonesia agar senantiasa membawa agama Islam pada rahmatan lil alamin.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh ratusan masyarakat ini mengangkat tema, 'memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kita tingkatkan ukhuwah Islamiah untuk mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia'.

Sejumlah ulama juga hadir dalam acara tersebut, antara lain, Lutfhie Bin Ali Bin Yahya, Maulana Al-Habib, KH Muhammad Abdul Ghufron Al Bantani dan KH Noer Muhammad Iskandar SQ. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More