Menkeu Lantik Staf Ahli Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Sabtu, 08 Des 2018, 17:43 WIB Ekonomi
Menkeu Lantik Staf Ahli Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional

Medcom.id/ Eko N

MENTERI Keuangan (Menkeu) melantik DR. Andin Hadiyanto, S.E., M.A. (Andin) sebagai Staf Ahli bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Aula Djuanda, Kemenkeu dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan, Sekretaris Jenderal, pejabat Eselon I dan Eselon II Kemenkeu.

Dalam sambutannya, Menkeu menyatakan bahwa jabatan Sahli bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional bukan jabatan yang baru.

"Namun yang berbeda adalah Saudara Andin telah merasakan dan sudah mendapatkan suatu pengalaman untuk bekerja selaku Executive Director di lembaga multilateral seperti bank dunia," ujar Menkeu, melalui rilis yang diterima, Sabtu (8/12).

Menkeu menyampaikan bahwa pada tahun ini dan tahun-tahun ke depan tantangan makro ekonomi dan terutama lingkungan internasional dan kondisi ekonomis global sangat dinamis.

Menkeu berharap dengan pengalaman yang sudah diperoleh Dr. Andin sebagai Executive Director di World Bank, serta mengikuti banyak pertemuan internasional, maka pengalaman dan pengetahuan tersebut akan memberikan cukup bekal yang tangguh.

Tidak hanya memahami kondisi ekonomi global, namun juga menghadapi dinamika yang terjadi dan bagaimana tantangan tersebut akan mempengaruhi ekomomi Indonesia baik dalam makro ekonomi maupun fiscal policy.

"Saya memiliki harapan yang sangat tinggi bahwa Kemenkeu mampu menjadi pelaku aktif. Dengan pengalaman dan pengamatan yang ada, saya memiliki keyakinan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali pengalaman, pengetahuan, dan juga pencapaian yang bisa ditawarakan di dunia internasional sebagai suatu sumbangan kita untuk menciptakan tata kehidupan global atau dunia yang damai berdasarkan pada perdamaian abadi dan keadilan sosial," tutup Srimul. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More