Pertemuan Gerindra-PKS Bahas Cawagub Belum Ada Kepastian

Penulis: Atalya Puspa Pada: Sabtu, 08 Des 2018, 17:36 WIB Megapolitan
Pertemuan Gerindra-PKS Bahas Cawagub Belum Ada Kepastian

Ist

KETUA Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kapan pertemuan antara PKS dan Gerindra akan dilangsungkan. Sampai saat ini, dirinya masih mengira-ngira kapan waktu pertemuan itu akan dilangsungkan.

"Sepertinya belum deh. Jadi kan kemarin tanggal 4. Mungkin pekan depan. Toh, saya belum bisa pastikan," ujar Suhaimi di Jakarta, Sabtu (8/12).

Terkait dengan kabar politisi Parta Golkar Erwin Aksa yang juga turut mengisi kursi calon wakil gubernur DKI Jakarta, Suhaimi menegaskan jika cawagub hanya berasal dari dua partai pengusung, yakni Gerindra dan PKS.

"Pertama kan Gerindra sudah menanyakan bahwa wagub hanya PKS. Maka pintu kandidatnya melalui PKS," kata Suhaimi.

Suhami menjelaskan, mekanisme cawagub memang hanya akan berasal dari dua pintu, yakni PKS dan Gerindra. Setelahnya, nama itu akan disetujui oleh dua parpol pengusung, dan diserahkan ke Gubernur dan DPRD.

Suhaimi juga menegaskan, sampai saat ini, ada dua calon yang diusung oleh PKS, dan belum ada perubahan.

"Sampai hari ini PKS membawa nama pak Syaikhu dan Agung," tandasnya.

PKS dan Gerindra merupakan dua partai yang diusung untuk memberikan calon pengganti Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno. Namun sebelumnya Gerindra mengusulkan agar nama yang keluar untuk menjadi cawagub melewati Fit and proper test terlebih dulu. Pertemuan keduanya semula akan diadakan pada 4 Desember lalu, namun kembali diundur sampai waktu yang belum ditentukan. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More