Korban Tewas Penembakan Nduga Baru Bekerja Tiga Pekan

Penulis: Andi Aan Pranata Pada: Sabtu, 08 Des 2018, 13:52 WIB Nusantara
Korban Tewas Penembakan Nduga Baru Bekerja Tiga Pekan

ANTARA

BELASAN pekerja proyek jembatan Trans Papua tewas diserang kelompok bersenjata di kabupaten Nduga, Papua, Sabtu dan Minggu pekan lalu. Sebagian pekerja yang berasal dari luar provinsi diketahui belum lama bekerja pada proyek yang digarap PT Istaka Karya itu.

Salah satu pekerja yang tewas bernama Fais Saputra, warga kompleks Perumnas Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Keluarga mengatakan Fais baru berangkat ke Papua sejak tiga pekan lalu.

"Saya juga tidak tahu kenapa Fais ambil pekerjaan bangunan di sana, padahal di sini dia berdagang. Mungkin ini sudah panggilan dari Yang Maha Kuasa,"  kata Lukman, mertua Fais di Makassar, Sabtu (8/12).

Fais termasuk dalam 16 jenazah yang diterbangkan dari Papua pada Jumat (7/12). Jasadnya mendarat dengan  pesawat Hercules di Pangkalan Udara Hasanuddin Makassar dan langsung dijemput keluarga menuju rumah duka. Almarhum dimakamkan di TPU Sudiang, Makassar, Sabtu (8/12) pagi.

Baca juga: Karyawan Istaka Karya Korban Penembakan tidak Dapat Santunan BPJS

Fais meninggalkan seorang istri serta sepasang anak laki-laki dan perempuan.

Istri Fais, Fadilla Uliyah mengatakan suaminya baru sekali ini pergi ke Papua untuk mencari nafkah. Sayangnya, Fais pulang dalam kondisi tak bernyawa.

Sepengetahuan Fadilla, Fais pergi ke Papua tiga pekan lalu bersama tujuh orang lain. Lima di antara mereka merupakan keluarga. Namun, dia belum mengetahui kabar mereka usai kejadian penyerangan oleh kelompok bersenjata di distrik Mbua.

"Saya komunikasi lewat telepon terakhir dengan dia (Fais) tanggal 13 November, sebelum dia berangkat ke lokasi kerjanya. Di lokasi katanya tidak ada sinyal," kata Fadilla. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More