Ini Cara Gibran Meredam Hoaks Soal Keluarganya

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Sabtu, 08 Des 2018, 16:30 WIB Humaniora
Ini Cara Gibran Meredam Hoaks Soal Keluarganya

MI/PERMANA

DITERPA isu negatif sudah menjadi risiko keluarga ketika Presiden Joko Widodo memutuskan turun ke dunia politik pada 2005 ketika mengikuti Pilkada Wali Kota Solo.

Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, mengaku sudah kenyang menghadapi isu negatif yang menerpanya maupun keluarganya.

Misalnya, pada Pilgub DKI Jakarta 2012, Gibran diterpa hoaks yang menyebutnya "anak haram" Jokowi-Iriana.

"Komentar negatif pasti selalu ada ya dari dulu. Saat wali kota, gubernur, dan sekarang pilpres pasti ada komentar negatif terus. Yang jelas kalau ada komentar negatif, dari keluarga tidak boleh reaktif," ujarnya saat berbincang santai bersama Jokowi dan keluarga di Green Garden Cafe, Kebun Raya Bogor, Sabtu (8/12).

Kepada masyarakat, pria kelahiran Solo, 1 Oktober 1987 itu meminta agar tidak reaktif menanggapi fitnah dan hoaks. Pasalnya, hoaks dan fitnah akan semakin viral jika ditanggapi secara reaktif.

"Saya imbau juga kepada teman-teman di mana saja kalau ada komentar negatif, fitnah, dan hal yang menjurus ke hoaks jangan disebarkan. Jangan terlalu merespon dengan reaktif karena akan membuat berita hoaks itu semakin viral," pesan pengusaha martabak itu.

Baca juga: Jokowi Curhat Susah Kumpulkan Anggota Keluarga

Bincang santai bersama keluarga Presiden berlangsung santai. Selain Gibran, hadir juga istrinya Selvi Ananda, Kahiyang Ayu dan suaminya Bobby Siregar. Terlihat juga cucu Jokowi, Jan Ethes dan Sedah Mirah Nasution.

Adapun putra bungsu Jokowi Kaesang Pangarep tidak tampak karena harus terbang ke Makassar untuk kepentingan bisnisnya.

Jokowi tampak mengenakan baju kaus putih dibalut jaket hitam dan celana olahraga hitam. Sementara Iriana mengenakan baju kaus hitam dan jaket merah muda.

Sepanjang wawancara, Gibran tampak santai dan banyak mengumbar senyum. Berbeda dengan wawancara pertamanya kepada media pada 2014 kala Jokowi berstatus presiden terpilih.

Saat itu, Gibran tidak terlalu ramah dan sewot menanggapi hoaks yang menyebutnya sebagai anak haram Jokowi-Iriana. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More