Hanura Sebut Prabowo Semakin Jinak ke Asing

Penulis: Micom Pada: Sabtu, 08 Des 2018, 11:45 WIB Politik dan Hukum
Hanura Sebut Prabowo Semakin Jinak ke Asing

ANTARA/Hafidz Mubarak A

KETUA Franksi Hanura di DPR Inas N Zubir menyebut calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto semakin jinak terhadap asing. Hal itu dikatakannya setelah Prabowo hadir dalam acara ramah tamah dengan pengusaha Tiongjoa Indonesia di sebuah hotel di kawasan Jalan Hawaym Wuruk, Jakarta Pusat, Jumat (7/12) malam.

"Kita sering mendengar diksi “antek asing” dan “antek aseng” dari mulut Prabowo dialamatkan kepada pemimpin negeri ini. Dia juga kerap berteriak, “Apa kalian mau dipimpin antek asing” atau “Kekayaan negri ini sudah diserahkan kepada aseng” sehingga sangat meyakinkan bagi pendukungnya bahwa Prabowo adalah calon pemimpin yang sangat antiasing dan antiaseng, serta siap menggusur bisnis asing dan aseng yang ada di Indonesia," ujar Inas dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Sabtu (8/12).

Karenanya, imbuhnya, sangat mengejutkan ketika Prabowo hadir dalam acara gala dinner dan ramah tamah bersama pengusaha Tionghoa Indonesia itu.

"Kegarangan Prabowo kepada masyarakat Tionghoa meredup dengan mengatakan warga Tionghoa merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kelompok masyarakat lain, suku lain, dan kelompok etnik lainnya," ungkap Inas.

Baca juga: Program Prabowo dan Sandi tidak Dikenal

Perbedaan sikap dan pernyataan Prabowo terhadap asing sebenarnya telah terjadi sejak pemilihan presiden sebelumnya. Kala itu, sebuah video memperlihatkan Prabowo mengaku bahwa dia adalah elite Indonesia yang kiblatnya adalah barat dan kalau Indonesia mau maju harus westernisasi, yang berarti mengajak asing masuk di bisnis dan industri dalam negeri.

Kemudian, Prabowo menghadiri acara Hari Kemerdekaan Ke-69 Tiongkok yang  digelar pada 28 September 2018 malam di Ballroom Hotel Shangrilla, Jakarta. Kala itu, Prabowo begitu jinak di hadapan Duta B Tiongkok dengan mengatakan bahwa Tiongkok sebagai negara yang penting bagi Indonesia sehingga hubungan kedua negara harus terjalin dengan baik dan perlu meningkatkan kerja sama bilateral.

"Jinaknya Prabowo kepada asing dan meredupnya antiaseng dalam sikapnya, menjadi tanda tanya besar bagi pendukung dan masyarakat yang sebelumnya akan mendukung dia, karena terkesan Prabowo tidak berani alias takut mempertahankan prinsip antiasing dan antiasengnya di depan para asing dan para aseng atau bisa juga karena ambigu atau munafik? Monggo dinilai sendiri," pungkas Inas

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More