Sekuel Crazy Rich Asians Ditunda hingga 2020

Penulis: Cecylia Rura Pada: Sabtu, 08 Des 2018, 14:30 WIB Hiburan
Sekuel Crazy Rich Asians Ditunda hingga 2020

AFP/Michael Loccisano/Getty Images

MESKI terbilang sukses, Crazy Rich Asian tidak terburu-buru untuk menggarap sekuel. Pihak rumah produksi Warner Bros. bukan bermaksud menolak, tetapi soal ketersediaan pemain dan kru film.

Sementara itu, Nina Jacobson dan Brad Simpson yang memproduseri film di bawah bendera Color Force mengatakan naskah telah dikerjakan Adele Lim dan Peter Chiarelli.

Kendati naskah dalam tahap pengerjaan, syuting masih akan tertunda hingga 2020 lantaran sutradara John M Chu telah berkomitmen menyelesaikan proyek film adaptasi In the Heights yang lebih dulu tayang tahun depan.

Atas penundaan ini, pihak tim produksi memastikan dua film lanjutan akan dikerjakan sekaligus.

"Kami akan menebusnya dengan melakukan syuting dua film sekaligus," tutur Jacobson dalam wawancaranya bersama Deadline, dikutip dari Aceshowbiz.

Baca juga: Teaser Terbaru Game of Thrones, Berapi dan Membeku

Crazy Rich Asians tidak sekadar menyajikan kisah asmara dua insan beda kasta sosial dan kultur, representasi kisah cinta di Tiongkok dan Singapura. Cerita itu sekaligus sebagai simbol pertumbuhan minat kultur Asia di Hollywood.

"Pencapaian ini tidak hanya untuk warga Asia-Amerika, tetapi untuk beberapa kaum yang kurang terwakili," papar Constance Wu, lawan main Henry Goulding dalam Crazy Rich Asians.

Kendati film saduran dari novel Kevin Kwan itu mendapat sorotan lebih di industri Hollywood, karya ini tidak mendapat sambutan baik di Tiongkok.

Mengutip laporan CNN Business, pendapatan film ini kurang dari US$1,2 juta (Rp17,3 miliar) dalam penayangan di pekan pertama di Tiongkok.

Di luar angka itu, film Crazy Rich Asians mampu meraup pemasukan US$238 juta (Rp3,4 triliun) dalam skala global. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More