Daerah Galakkan Potensi Agrowisata

Penulis: Abdus Syukur Pada: Sabtu, 08 Des 2018, 01:45 WIB Nusantara
Daerah Galakkan Potensi Agrowisata

ANTARA FOTO/Andika

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bekerja sama dengan lembaga internasional dari Belanda tengah menata kawasan wisata di Kabupaten Pasuruan. Potensi wisata di Pasuruan yang berbatasan dengan Gunung Bromo itu diharapkan dapat dikembangkan. Salah satunya ialah agrowisata yang bisa menjadi magnet investasi.

“Untuk pengembangan destinasi wisata Bromo ini, daerah harus punya inisiatif dengan wisata pendukungnya. Pemkab Pasuruan saat ini fokus pengembangan wisata agro di Nongkojajar, Kecamatan Tutur. Selain Tosari, Nongkojajar akan jadi pintu masuk Bromo,” kata Bupati Pasuruan, M Irsyad Yusuf, kepada wartawan, dihadapan rombongan tenaga ahli dari Belanda dan Pemprov Jatim, Jumat (8/12).

Menurut Irsyad, kedatangan tim pengembangan destinasi wisata Bromo dari Belanda dan Pemprov Jatim semakin memantapkan Kabupaten Pasuruan untuk mengembangkan Nongkojajar dan sekitarnya sebagai agropolitan. “Dengan menjadikan Tutur sebagai agropolitan, Pemkab Pasuruan bisa mengembangkan UMKM di sana. Terlebih keberadaan Nongkojajar, Tutur, dan sekitarnya sangat menunjang dengan berbagai hasil pertaniannya, seperti apel, bunga krisan, paprika, susu segar, dan lainnya,” terang Irsyad.

Bahkan, dalam kesempatan itu, Irsyad mempersilakan Mr Cees van Stiphout selaku Koordinator Proyek Asistensi Pengembangan Pariwisata BTS dari Belanda, untuk berkeliling Pasuruan.

“Saya persilakan Mr Cees van Stiphout keliling Pasuruan, sehari tidak akan cukup. Menikmati sunrise Bromo dari Penanjakan di Tosari, petik apel di Nongkojajar Tutur, makan mangga alpukat di Rembang, dan durian kakap di Purwodadi dengan minum kopi kapiten seperti ini,” ujar Irsyad sembari toast kopi bersama Mr Cees van Stiphout.

Sementara itu, Kasi Sarana Prasarana Promosi dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Jawa Timur, Fitrotun Isa, mengatakan Pasuruan sebagai rujukan wisatawan tahun ini. Daerah ini memiliki keunggul­an yang melebihi daerah lain. Terlebih Bromo yang menjadi destinasi pariwisata Indonesia yang wajib dikunjungi, menjadikan Kabupaten Pasuruan sebagai daerah yang memiliki tempat paling indah untuk melihat The Real Sunrise of Bromo Mountain.

“Untuk melihat indahnya view Gunung Bromo, paling bagus dari Penanjakan Tosari, di Kabupaten Pasuruan. Makanya, Kabupaten Pasuruan dipilih dalam program kepariwisataan nasional,” ujar Isa.

Purworejo
Badan Otorita Borobudur (BOB) akan mengembangkan kawasan pariwisata bernuansa alam di wilayah Kabupaten Purworejo. Arah pengembang-annya, kata Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB, Bisma Jatmika, di Yogyakarta, berkonsep culture and eco-tourism.

Bisma mengatakan, Purwo-rejo merupakan zona otoritatif BOB dalam pengembangan pariwisatanya wajib menjaga kelestarian lingkung­an. Pengembangan destinasi wisata yang bernuansa alami, sehat, dan ramah lingkungan, jelasnya, menjadi alternatif kawasan pariwisata bertaraf internasional.

Karenanya, ungkap dia, kawasan Dataran Tinggi Borobudur akan dikembangkan dengan mengedepankan tiga komponen utama, yakni alam, aktivitas, dan pertukaran budaya. (AU/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More