Ma'ruf Amin Diskusi dengan Relawan Milenial

Penulis: Antara Pada: Jumat, 07 Des 2018, 20:30 WIB Politik dan Hukum
Ma

MI/Ramdani

CALON Wakil Presiden RI nomor urut 01, Ma'ruf Amin, berdiskusi dengan perwakilan sukarelawan milenial di Rumah Situbondo, Jakarta, Jumat (7/12), terkait dengan upaya meraih suara generasi muda.

Pada kesempatan itu, salah satu juru bicara perwakilan sukarelawan milenial, Ridwansyah Yusuf, mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong program santri enterpreneur untuk membantu Jokowi/Ma'ruf mendulang suara generasi muda.

"Kami angkat santri entrepreneur. Akan tetapi, juga dengan produk, program, dan ketokohan. Santri akan membentuk sebuah komunitas dan produk akan diekspos serta di-'branding'," kata Ridwansyah.

Ia mengatakan bahwa sukarelawan milenial akan memulai pembuatan narasi berbagai produk kesantrian. Produk dan program tersebut juga didukung para tokoh pengusaha. Para sukarelawan juga menyampaikan soal potensi Jokowi/Ma'ruf memperoleh suara besar di Jawa Barat.

Mereka mengusulkan agar ide-ide Kiai Ma'ruf bisa ditampilkan lewat beragam billboard khusus di wilayah perkotaan di Jawa Barat.  

"Misalnya, isi 'billboard'-nya itu mengenai ide ketahanan pangan, pembangunan, dan segala macam, lalu ditampilkan wajah Abah (Ma'ruf)," kata Ridwansyah.  

Para sukarelawan milenial juga ingin menggali informasi perjalanan Ma'ruf sebagai wajah santri yang sukses.

Menanggapi beragam usul dari sukarelawan milenial, Ma'ruf Amin menyatakan dirinya sangat bangga dan mengapresiasi antusiasme kaum muda.

"Bagi Pak Jokowi dan saya, kaum milenial harus diberi ruang untuk bisa menyampaikan sikap, gagasan, ide, dan terobosan yang mereka miliki," kata Ma'ruf.

Pemilihan Umum Presiden pada 17 April 2019 diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo/KH Ma'ruf Amin dan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto/Sandiaga Uno. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More