PSSI Harus Jaga Integritas Wasit

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Jumat, 07 Des 2018, 19:58 WIB Sepak Bola
PSSI Harus Jaga Integritas Wasit

Antara

ISU pengaturan skor yang merebak belakangan ini membuat PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kebakaran jenggot. Keprihatinan pun mengalir dari berbagai pihak, tak terkecuali dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI di daerah.

Ketua Asprov Jabar Tommy Apriantono mendorong PSSI Pusat agar melakukan perbaikan diri demi terjaganya integritas kelembagaan. Tommy pun isu-isu pengaturan skor dan suap yang berkeliaran di kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim ini dapat diselesaikan dengan tuntas.

"Sebetulnya kita tunggu Kongres tahunan di bulan Januari, Kami akan lihat rencana Ketum seperti apa. Ini kontraproduktif untuk Asprov, kita ingin lihat kebesaran hati beliau. Ini berjudi dengan integritas seseorang, intergritas Pak Edy," kata Tommy saat dihubungi pada Kamis (6/12) malam.

Tommy menilai PSSI harus lebih mawas diri untuk mengatur kompetisi menjadi lebih berkualitas. Salah satunya ialah pengawasan ketat pada kualitas dan penunjukkan wasit dalam setiap pertandingan pertandingan. PSSI diharapkan mampu memberikan atmosfer pertandingan yang nyaman agar wasit dapat memimpin dengan fair play.

"Integritas wasit itu tergantung yang mengatur, dalam hal ini PSSI dan PT Liga Indonesia Baru. Mau tidak ini keorganisasian kita dikenang sebagai pengelola sepak bola sejati, bukan untuk kepentingan tertentu," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria menyebut pihaknya terus berproses agar isu-isu pengaturan skor dapat terang benderang. Namun, Ratu menyebut PSSI sangat berhati-hati merespon hal itu karena batasannya dinilai sangat tipis.

"Kami lakukan tindakan menyeluruh karena itu butuh data lebih lanjut untuk menjadikan hasil. Semuanya bisa berspekulasi macam-macam, itu yang harus kita hati-hati karena batasannya sangat tipis. PSSI tidak tinggal diam dengan isu yang merebak dan sudah melakukan banyak hal secara rahasia," kata Ratu seusai menghadiri Rapat Exco PSSI di Jakarta, Jumat (7/12). (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More