Jokowi Minta Mahasiswa Demo Dukung Pemerintah

Penulis: Antara Pada: Jumat, 07 Des 2018, 19:50 WIB Politik dan Hukum
Jokowi Minta Mahasiswa Demo Dukung Pemerintah

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

PRESIDEN Joko Widodo berharap agar mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia melakukan demonstrasi untuk mendukung program-program pemerintah.

"Saya tidak pernah didemo. Didemo, dong! Demo mendukung. Ada yang demo mendukung gitu, loh, tapi ini tidak ada. Saya dibiarkan jalan sendiri malah dibilang antek asing. Ini bagaimana dibolak-balik," kata Presiden Joko Widodo saat menerima peserta Konferensi Mahasiswa Nasional di Istana Bogor, hari ini.

Konferensi Mahasiswa Nasional tersebut berlangsung di Universitas Islam Nasional (UIN) Jakarta pada 3-6 Desember 2018 dan menghasilkan 11 rekomendasi di bidang pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, kesejahteraan guru, keadilan sosial, dan penegakan HAM.

Setelah menerima rekomendasi tersebut, Presiden berharap agar mahasiswa juga mendukung sejumlah kerja pemerintah termasuk mengambil sejumlah sumber daya ekonomi yang tadinya dikuasai oleh asing.

"Presiden Jokowi itu disebut antek asing. Coba blok Mahakam, berapa puluh tahun dipegang Prancis-Jepang? Tahun 2015, sudah kita ambil dan serahkan 100 persen kepada Pertamina lalu ada blok Rokan yang dikelola Chevron sudah berapa puluh tahun? Lebih dari 30 tahun dikelola Amerika, dan sekarang sudah dimenangkan 100 persen oleh Pertamina," ungkap Presiden.

Selain Blok Mahakam dan Blok Rokan yang kini sudah dikelola oleh Pertamina, Presiden juga menyinggung pencapaian terhadap negosiasi divestasi 51 persen saham Freeport yang pada pertengahan tahun ini dilakukan.

"Freeport, negosiasi kita sudah 3,5 tahun, alot. Sudah kita tanda tangani, sudah semuanya, Insya Allah di bulan Desember kita selesaikan 100 persen dan mayoritas 51 persen menjadi Indonesia yang dimiliki oleh konsorsium PT Inalum, BUMN kita," tambah Presiden.

Menurut Presiden, untuk mengambil alih sumber-sumber ekonomi tersebut bukanlah tanpa tekanan.

"Mudah ambil seperti itu? Tidak ada tekanan? Kalau tidak ada tekanan sudah dari dulu kita ambil, tapi tidak bimbang saya, saya maju terus saja. Ada yang dukung atau tidak mendukung sudah tugas kita untuk menyelesaikan hal seperti ini, yang nyatanya kita bisa," ungkap Presiden.

Hanya butuh komitmen kuat baik dari pemerintah maupun masyarakat, menurut Presiden, dalam melakukan upaya tersebut.

"Bertahun-tahun tidak ada yang bilang antek asing. Begitu 4 tahun ini antek asing, antek asing, ini bagaimana sih? Artinya kita kan sudah berusaha untuk ke sana tapi memang ada yang mudah, ada yang setengah mudah, sulit, ada yang tidak bisa," tegas Presiden.

Ikut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi M Natsir dan Menteri Sosial Agus Gumiwang. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More