Petinggi Huawei Ditangkap, Hubungan Kanada-Tiongkok Terancam

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Jumat, 07 Des 2018, 19:25 WIB Internasional
Petinggi Huawei Ditangkap, Hubungan Kanada-Tiongkok Terancam

Photo by Clement SABOURIN / AFP)

PERSETERUAN antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas, pascapenangkapan eksekutif perusahaan telekomunikasi raksasa, Huawei, di Vancouver, Kanada. Insiden itu tampaknya menimbulkan dampak kolateral terhadap Kanada yang tengah memperkuat hubungan perdagangan dengan Tiongkok

Setelah ditahan, Kepala Keuangan Global Huawei, Meng Wanzhou, dijadwalkan menjalani sidang penjaminan pada Jumat (7/12) waktu setempat. Penangkapan Meng diwarnai motif ekstradisi ke AS, atas dugaan pelanggaran sanksi AS terhadap Iran.

Apabila diperbolehkan memberikan jaminan, Meng kemungkinan harus membayar jutaan dolar, serta menyerahkan paspornya. Hal itu diungkapkan pengacara asal Kanada, Gary Botting, yang memiliki pengalaman terkait kasus ekstradisi. Pun, Meng juga akan dipasangi peralatan deteksi elektronik. Pihak pengadilan dapat mengambil tindakan lebih jauh dengan memerintahkan petugas untuk mengawasi, sampai keputusan ekstradisi keluar.

Kalangan pengacara turut memberikan pandangan mengenai perlawanan terhadap ekstradisi, yang kasusnya bisa berlangsung bertahun-tahun. Dalam hal ini, merujuk kasus Lai Changxing, pengusaha Tiongkok yang melarikan diri ke Kanada setelah terlibat kasus penyuapan. Dia berjuang ekstradisi ke Tiongkok selama 12 tahun. Apabila Meng memilih untuk tidak melawan, dia dapat tinggal di AS dalam beberapa pekan.

Pada Kamis waktu setempat, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pihaknya menaruh perhatian terhadap kasus penangkapan Meng. Namun, dia menegaskan tidak ikut campur dalam prosesnya, pun pihaknya belum berbicara dengan pemerintah Tiongkok.

"Pihak berwenang yang berhak mengambil keputusan dalam kasus ini. Kami sudah diberi tahu mereka bahwa dalam beberapa hari ini terdapat proses pemeriksaan. Tetapi tentu saja tidak ada keterlibatan dalam tingkat politik dalam keputusan ini, karena kami menghormati independensi proses peradilan," ujar Trudeau.

Akan tetapi, bukti awal keretakan politik sudah terlihat jelas. Duta Besar Tiongkok Lu Shaye dengan cepat membatalkan kehadirannya dalam pertemuan komite urusan luar negeri Kanada di Ottawa. Kedutaan Tiongkok mengecam keras penahanan Meng.

"Kami akan mengambil semua langkah tegas, untuk melindungi hak dan kepentingan warga negara Tiongkok," bunyi pernyataan resmi kedutaan.

Penangkapan pejabat tinggi Huawei telah meningkatkan kekhawatiran adanya pembalasan ekonomi dan politik yang lebih parah dari Tiongkok kepada Kanada.

"Presiden Tiongkok Xi Jinping menyebut perusahaan ini sebagai juara nasional. Ini (Huawei) adalah perusahaan nasional yang benar-benar menampilkan wajah Tiongkok. Jika Tiongkok Marah terhadap Kanada, jelas kelihatan seperti itu, pasti ada risiko pembalasan," tutur profesor hubungan internasional dari Carlton University, Stephanie Carvin.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok dengan cepat menjadi salah satu mitra dagang terbesar Kanada. Hubungan bilateral semakin penting ketika Kanada menavigasi hubungan yang lebih erat dengan AS. Namun perselisihan belakangan ini, berpotensi mengerem kesepakatan perdagangan bebas antara kedua negara.

Mantan Duta Besar Kanada Untuk Tiongkok, David Mulroney, menilai kasus tersebut mendatangkan krisis bilateral.

"Saya pikir hubungan Kanada dengan Tiongkok akan membeku selama berbulan-bulan, dibutuhkan upaya khusus untuk menyelesaikan persoalan," tukas Mulroney.

Tahun lalu, total nilai ekspor Kanada ke Tiongkok mencakup komoditas mineral, kayu dan kanola, mencapai US$ 18 miliar. Belum lama ini, Tiongkok menyatakan siap menggunakan kekuatan ekonominya untuk melawan Kanada. Mengacu pada contoh kasus baru-baru ini, ekspor kanola bernilai miliaran dolar berpotensi dibatalkan imbas isu blackleg fungus. Atau, larangan impor lobster dari Tiongkok atas produk lobster Kanada.

Penangkapan Meng terjadi di tengah meluasnya kekhawatiran di Kanada terhadap eksistensi Huawei yang semakin besar. Dalam pidato publik yang cukup langka awal pekan ini, pejabat intelijen Kanada mengungkapkan urgensi mewaspadai spionase yang disponsori negara, termasuk melalui teknologi seluler 5G. Hal itu menjadi ancaman besar bagi keamanan nasional Kanada.

Huawei menahbiskan dirinya sebagai pemimpin 5G berskala global. Namun, pemerintah AS, Selandia Baru, dan Australia, memutuskan untuk memblokir penggunaan alat telekomunikasi dari perusahan tersebut. Bahkan, anggota parlemen AS memperingatkan parlemen Kanada bahwa infrastruktur telekomunikasi yang dikembangkan Huawei, meningkatkan risiko peretasan.

Di tengah beragam tudingan, raksasa telekomunikasi asal Tiongkok, terus berkomitmen terhadap penelitian teknologi di sejumlah universitas Kanada melalui investasi jutaan dolar. Akan tetapi, langkah itu menuai kritik yang menuding perusahaan mengambil keuntungan untuk kepentingan diri sendiri, dan mengorbankan tenaga ahli di Kanada.

Dalam satu dekade terakhir, Huawei berkomitmen memberikan dana penelitian sekitar US$50 juta kepada 13 universitas di seluruh Kanada. Pun, perusahaan menjanjikan lebih banyak investasi di tahun-tahun mendatang. (TheGuardian/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More