Dukung Pemerintahan, FKPPI Lawan Isu PKI Presiden Jokowi

Penulis: Micom Pada: Jumat, 07 Des 2018, 18:45 WIB Politik dan Hukum
Dukung Pemerintahan, FKPPI Lawan Isu PKI Presiden Jokowi

Ist

KETUA DPR Bambang Soesatyo mengajak seluruh kader Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI) mendukung pemerintahan dan melawan berbagai isu miring yang diarahkan kepada Presiden Joko Widodo terkait Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hal itu digelorakan Bamsoet, panggilan akrab Ketua DPR, ketika memberikan sambutan pembukaan Jambore Bela Negara FKPPI di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, Jumat (7/12).  

Selain lantaran Presiden Joko Widodo merupakan anggota kehormatan FKPPI, Bamsoet menekankan dukungan terhadap pemerintah merupakan bagian sikap FKPPI menjamin tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita harus terus mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Majunya kembali Presiden Joko Widodo di Pilpres (Pemilihan Umum Presiden) 2019 merupakan bagian dari perjuangan FKPPI menjamin terus tegaknya NKRI. Mari kita dukung bersama," pungkas Bamsoet.

Bamsoet menegaskan, saat ini Indonesia memang tidak menghadapi ancaman fisik bersenjata dari negara lain. Ancaman yang ada sekarang dikatakannya adalah perang pemikiran serta ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Seperti ancaman liberalisme, kapitalisme, radikalisme, maupun terorisme.

"Ancaman yang kita hadapi adalah perang modern yang dikenal sebagai proxy war, dengan menggunakan kekuatan-kekuatan dari dalam negeri sendiri. Yang kita hadapi kebebasan tanpa batas, ancaman radikalisme dan terorisme, tindakan intoleransi serta merebaknya politik identitas dalam jagad kehidupan politik kita," pesan Bamsoet dalam sambutannya.

Bamsoet, yang menjadi ketua penyelenggara, mengungkapkan bahwa seluruh keluarga besar FKPPI merasa bahagia, sekaligus bangga karena untuk kesekian kalinya di tengah-tengah kesibukan menjalankan tugas-tugas kenegaraan, Presiden Joko Widodo selalu hadir dalam acara FKPPI. Ini merupakan bukti bahwa beliau cinta kepada FKPPI.

"Kalau beliau cinta kepada FKPPI, rasanya kurang elok kalau FKPPI tidak cinta kepada beliau. Jadi, kalau ada pihak-pihak yang mengkait-kaitkan Bapak Jokowi dengan isu PKI, kita wajib membelanya, sanggup?" tanya Bamsoet yang disambut teriakan siap dan gemuruh tepukan tangan para peserta Jambore.

"Saat ini kita juga patut bangga, bahwa ada diantara kita, yaitu Bapak Jokowi anggota kita, anggota kehormatan FKPPI, maju kembali di pertarungan Pilpres 2019. Untuk itu kita satukan barisan. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau tidak sekarang, kapan lagi," pesan Bamsoet mengajak FKPPI berjuang membela Jokowi.

Selain dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Jambore Bela Negara FKPPI ini turut dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, serta Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Sosial Agus Gumiwang.

Sebagai Ketua Penyelenggara, Bamsoet, yang juga Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini, memaparkan, Jambore Bela Negara FKPPI diikuti sekitar 1.350 kader dari seluruh Indonesia. Mereka akan mendapatkan wawasan tentang ideologi Pancasila beserta ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan)-nya, wawasan kebangsaan, masalah pertahanan dan keamanan serta latihan fisik dan keprajuritan.

"Usai mengikuti jambore, para peserta akan mempunyai ketahanan ideologi, ketahanan wawasan dan mental serta ketrampilan dalam bela negara. Mereka akan menjadi agen bangsa yang setia terhadap NKRI, menyuburkan perdamaian, dan menguburkan permusuhan," tutur Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini meneguhkan, melalui Jambore Bela Negara, FKPPI ingin menggelorakan kembali semangat bela negara kepada setiap warga. Jangan sampai bangsa Indonesia terlena dengan berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan kehidupan bangsa dan negara.

"FKPPI akan terus memantapkan wawasan kebangsaan, wawasan kenegaraan, dan wawasan kejuangan. Sosialisasi empat pilar kebangsaan tidak boleh berhenti, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indoneia dan Bhinneka Tunggal Ika. Itulah sebabnya, kami menyelenggarakan Jambore Bela Negara FKPPI ini," terang legislator Partai Golkar dari Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini.

Lebih jauh Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menuturkan sebagai bagian dari 'anak kolong', dirinya dan seluruh kader FKPPI sejak kecil sudah diajarkan tentang nilai-nilai kejuangan, cinta Tanah Air, cinta persatuan dan kesatuan, serta cinta Pancasila dan NKRI. Bagi FKPPI, Pancasila dan NKRI adalah harga mati.

"Darah kami adalah darah perjuangan. Siapa pun yang ingin berupaya merusak persatuan dan kesatuan bangsa, mengoyak-ngoyak kebinekaan, melawan Pancasila serta mengancam NKRI, maka kami akan berada di barisan terdepan untuk melawan mereka," tegas Bamsoet. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More