DBD Mulai Menyerang, 2 Warga Bekasi Meninggal Dunia

Penulis: Gana Buana Pada: Jumat, 07 Des 2018, 18:00 WIB Megapolitan
DBD Mulai Menyerang, 2 Warga Bekasi Meninggal Dunia

ANTARA FOTO/Rahmad

SEBANYAK 594 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Kota Bekasi sepanjang 2018. Dinas Kesehatan mengklaim sudah dua orang yang meninggal dunia.

"Satu orang yang meninggal dari Bekasi Utara, dan satu orang lagi yang meninggal di Jatiasih," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezy Sukrawati, Jumat (7/12).

Baca juga: Anies Sebut Angka Tarif Parkir di Atas Rp50 Ribu Spekulatif

Dari total 594 kasus di sepanjang 2018, kata Dezy, wilayah Kecamatan Bekasi Utara tertinggi yakni mencapai 129 kasus. Kemudian diikuti Kecamatan Bekasi Barat sebanyak 107 kasus, dan Kecamatan Bekasi Timur sebanyak 69 orang. Sisanya tersebar di sembilan kecamatan lainnya.

Menurut Dezy, pada umumnya penyakit yang ditimbulkan dari nyamuk aedes aegypti itu bisa menyengat dari semua kalangan. Sebab, penyebaran nyamuk itu beredar bukan saja di lingkungan yang kumuh.

Dezi mengaku, pihaknya sudah mengoptimalisasikan dalam penanggulangan kasus penyakit DBD dengan mengembalikan Pokja di tiap kelurahan. Upaya itu melahirkan, sinergitas puskesmas dengan kelurahan dan membentuk gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J) di setiap Kelurahan.

“Jadi untuk menanggulangi hal tersebut kami ada pelatihan kader bintik (pembina jumantik rumah) , koordinator jumantik dan supervisor jumantik di setiap kelurahan,” jelas dia.

Saat ini, kata dia, sejumlah kader jumantik yang ada di tiap-tiap kelurahan terus melakukan pembersihan sarang nyamuk. Tindakan itu diakui dia sudah sesuai dengan intruksi Wali Kota nomor 440/289/dinkes/2017 tentang pemberantasan sarang nyamuk.

Sebelumnya pada Juli sampai September di tahun 2017 lalu, penderita kasus DBD di Kota Bekasi mencapai 74 kasus. Itu artinya ada kenaikan sekitar 520 kasus hingga akhir 2018. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More