Diduga Terkait Hutang, Anggota TNI Tembak Mati 3 Warga Prabumulih

Penulis: Dwi Apriani Pada: Jumat, 07 Des 2018, 17:10 WIB Nusantara
Diduga Terkait Hutang, Anggota TNI Tembak Mati 3 Warga Prabumulih

Ilustrasi

SEORANG anggota TNI diduga telah membunuh tiga warga Prabumulih, Sumatra Selatan, Kamis (6/12) malam. Pembunuhan itu dilakukan dengan cara sadis, yakni menembak korbannya tepat dibagian kepala. Pembunuhan diduga dilakukan Kurniawan Chandra, anggota Kodim 0404/Muara Enim, dimana kondisinya kritis usai membunuh ketiga orang lainnya.

Diketahui, usai membunuh tiga orang korbannya, KC menembak kepalanya sendiri namun berhasil selamat lantaran dibawa oleh warga setempat ke rumah sakit. Kejadian pembunuhan yakni berada di Jalan Aroe, RT 5 RW 3, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.

Baca juga: 2 Warga NTT Jadi Korban Penembakan di Papua

Ketiga korban ditemukan tewas di rumah Deni Faisal, 45, yang turut menjadi korban tewas. Dua orang lainnya yakni Zainal Imron, 45, dan Luken, 35, warga Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur. Hingga saat ini polisi masih melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut. Belum diketahui kronologis dan motif yang melatarbelakangi kejadian ini.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutahuruk Travolta membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya belum bisa menjelaskan secara terperinci kasus ini karena masih dalam penyelidikan kepolisian.

"Kita masih di TKP, olah TKP. Kronologis belum tahu, karena masih mengumpulkan keterangan saksi. Semuanya kondisi ditembak di kepala, siapa yang menembak juga belum tahu. Mereka tidak satu keluarga," ujar Tito, Jumat (7/12).

Sementara itu, Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Djohan Darmawan membenarkan ada salah satu anggota TNI yang turut mengalami luka tembak di bagian kepala. "Benar ada anggota TNI yang melakukan percobaan bunuh diri. Tapi kita belum ketahui korelasinya dengan tiga korban tewas lainnya seperti apa," ujar Djohan.

Djohan mengatakan, terkait motif dugaan percobaan bunuh diri tersebut masih diselidiki oleh Denpom II/4 Palembang, Kodim 0404/Muara Enim bekerja sama dengan Polres Prabumulih. "Untuk pistol yang digunakan masih dalam penyelidikan apakah organik atau rakitan. Serka Kurniawan sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.Kondisinya kritis karena luka tembak di kepala," ujar dia.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan sampai saat ini kepolisian masih terus berkoordinasi dalam penyelidikan kasus ini bersama Denpom II/Sriwijaya. "Masih diselidiki keterlibatan Serka KC dalam peristiwa itu. Dugaannya memang begitu (pelaku) tapi masih kita kembangkan, saksi-saksi masih kita periksa," ujar Zulkarnain.

Dugaan tersebut muncul, ujar Zulkarnain, karena keterkaitan antara olah TKP dan kronologis kejadian penembakan tiga korban. Hanya saja, polisi belum menyimpulkan hasil penyelidikan karena terus didalami. "Karena seperti diketahui, sesuai dengan laporan dari Kapolres (Prabumulih) diduga oknum anggota TNI yang melakukan penembakan maupun percobaan bunuh diri sehingga tentu itu ditanyakan ke Kodam, kira-kira seperti itu," ujar dia.

Untuk mengungkap kasus ini, kata dia, penyidik sangat memerlukan keterangan saksi-saksi dan bukti kuat lainnya. Hanya saja terduga pelaku Serka KC sudah meninggal dunia dini hari tadi. "Karena ketiga korban warga sipil kita memintakan visum. Istri korban bisa seperti itu [ada di kejadian] tapi masih penyelidikan," tandasnya. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More