Jelang Akhir Tahun, Inflasi Harus Dijaga

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Jumat, 07 Des 2018, 16:57 WIB Ekonomi
Jelang Akhir Tahun, Inflasi Harus Dijaga

ANTARA

DEPUTI Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan bila inflasi bisa terus bertahan di 0,3% sampai minggu ke empat Desember, maka  secara year to date dan year on year maka tingkat inflasi bisa berada di 2,81%.

"Jadi secara tahunan (yoy) dan sepanjang tahun (ytd) kalau sudah di Desember akan sama angkanya. Kalau sampai minggu ke empat Desember inflasi masih sama di 0,3%, maka keseluruhan tahun inflasi di level 2,81%," ujar Mirza di Masjid Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (7/12).

Baca juga: BI: Cadev Naik US$2 Miliar

Yang membuat inflasi naik pada minggu pertama Desember dari survei Bank Indonesia, antara lain telur ayam ras sebesar 8,5%, bawang merah 6,6%, wortel 11,6%, dan kacang panjang 7,1%. Sedangkan deflasi yaitu ikan kembung minus 0,54%, dan udang basah minus 32%.

"Tentu Bank Indonesia, pemerintah pusat dan daerah berusaha supaya inflasi sampai akhir tahun bisa terjaga dengan baik. Kalau inflasi Desember tiap minggu bisa dijaga 0,3% maka Indonesia akan miliki inflasi di bawah 3%," paparnya.

Perlu diwaspadai menjelang Natal dan Tahun Baru, biasanya masyarakat banyak meramaikan aktivitas ekonomi dengan berbelanja.  "Jadi perlu memang menjaga inflasi bahan bahan makanan, agar inflasi rendah,"

Sebab, kata dia, hal ini juga akan mempengaruhi tingkat suku bunga ke depan yang tergantung oleh inflasi dan volatilitas kurs. Bila inflasi terjaga, maka faktor yang pengaruhi suku bunga Indonesia bisa dikendalikan.

Sedangkan faktor yang mempengaruhi kurs berasal dari situasi ekspor impor barang dan jasa yang masih defisit. Kalau defisit terus terjadi di tengah suku bunga global yang meningkat maka kemudian akan menimbulkan volatilitas rupiah yang lebih besar.

"Maka kalau bisa kendlaikan inflasi , salah satu  faktor penting yang tentukan suku bunga Indonesia sudah bisa dikendalikan," tukas Mirza. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More