ISACC Festival akan Digelar Pertama Kalinya

Penulis: Rizky Noor Alam Pada: Jumat, 07 Des 2018, 16:30 WIB Weekend
 ISACC Festival akan Digelar Pertama Kalinya

MI/Rizky Noor Alam
Jajaran Kepanitian ISACC Festival dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (6/12)

Untuk kali pertama Indonesia Sport Art Culture and Culinary (ISACC) Festival akan digelar di GOR Soemantri Brodjonegoro pada 8-10 Februari 2019 mendatang. Festival ini menjadi ajang perlombaan olahraga yang dimeriahkan dengan pameran seni dan kuliner khas Nusantara. Acara yang diinisiasi Indoworld, badan penyelenggara di bawah naungan Surya Group tersebut dibuat sebagai wadah untuk meningkatkan kepedulian terhadap olahraga, seni, dan budaya.

"Acara ini sebagai sarana meningkatkan kepedulian kita terhadap olahraga, kesenian, budaya serta kuliner yang beraneka ragam dari seluruh Indonesia. Tidak hanya itu acara ini akan menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, terutama para generasi muda," jelas Chief Operating Officer Surya Group, Jane Suryatin Effendy kepada Media Indonesia di kantornya  Kamis (6/12).

Jane menambahkan festival tersebut menjadi acara pertama yang mirip dengan "Superbowl" di Amerika Serikat. Nantinya sebagian pendapatan dari festival ini akan diberikan ke kalangan yang membutuhkan.

"Peserta terbuka untuk umum, biasanya sudah pernah mengikuti lomba di bidang masing-masing. Dana yang didapat sebagian akan diberikan ke orang-orang yang membutuhkan. Biaya pendaftarannya sendiri mulai Rp 100 ribu," imbuh Jane.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Umum Indoworld, Satriastadi menjelaskan ada empat jenis olahraga yang dilombakan. Yakni renang, zumba, soccer, dan body contest. Sementara untuk festival kuliner akan ada hidangan dari 15 daerah.

"Targetnya adalah ribuan peserta, jadi ini festival tidak hanya sebagai sarana hiburan tapi gerakan sosial juga," pungkas Satria. (M-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More