Gubernur Jabar Luncurkan Tim Saber Hoaks

Penulis: Roni Kurniawan Pada: Jumat, 07 Des 2018, 13:06 WIB Nusantara
Gubernur Jabar Luncurkan Tim Saber Hoaks

MI/Bayu Anggoro

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil secara resmi meluncurkan tim sapu bersih hoaks atau Saber Hoaks. Tim Jabar Saber Hoaks akan bekerja guna menangkal berbagai informasi atau berita bohong yang meresahkan masyarakat.

Tim Jabar Saber Hoaks tersebut menjadi lembaga di Jabar yang paling depan untuk memutus mata rantai berita atau informasi bohong yang akan menyebar ke masyarakat terutama melalui media sosial.

Menurut Ridwan Kamil, kehadiran tim tersebut diharapkan bisa memberikan rasa nyaman bagi masyarakat terutama saat menggunakan media sosial.

Pasalnya, diakui pria yang karib disapa Emil itu, masyarakat terbiasa hanya membaca judul sebuah berita atau informasi tanpa membaca secara utuh isinya.

"Orang-orang Indonesia hanya sanggup 20 detik membaca berita, kadang dibaca hanya judulnya saja, isinya tidak dibaca. Sehingga Jabar Saber Hoaks itu menjadi lembaga pemverifikasi berita," ujar Emil saat sambutan Launching Tim Saber Hoax di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (7/12).

Baca juga: Polda DIY Naik Kelas Jadi Tipe A

Emil menuturkan, Jabar Saber Hoaks yang berada di bawah komando Dinas Komunikasi dan Infornasi (Diskominfo) Jabar tersebut akan bekerja selama 24 jam dan memberikan report satu minggu sekali terkait berita atau infornasi hoaks.

Tim tersebut pun dilengkapi dengan beberapa software yang canggih untuk mendeteksi sebuah berita atau informasi.

"Hoaks tidak hanya tulisan, ada juga hoaks foto. Lembaga ini akan rutin tiap minggu memberitakan, mana berita-berita hoaks perminggu, akan proaktif menyampaikan," sambungnya.

Emil pun berharap peran masyarakat semakin aktif untuk tidak langsung percaya terhadap berita atau informasi yang diterima. Terlebih, lanjut Emil, saat ini banyak pemberitaan di beberapa media yang diragukan kredibilitasnya dalam menyampaikan informasi.

"Warga cek dulu di media ternama, jika tidak ada itu tidak fakta. Kalau fakta pasti berita itu ada di media-media besar," bebernya.

Lembaga itu pun akan tidak difungsikan jika Jabar telah bersih dari berbagai berita atau informasi bohong. Hal itu menjadi tolak ukur bagi Pemprov Jabar untuk keberhasilan tim Jabar Saber Hoax.

"Ukuran keberhasilan satu, kalau lembaga ini tidak diperlukan berarti masyarakat sangat maju, tinggi peradaban literasinya," tandas Emil.

Sementara itu, bagi masyarakat yang hendak melaporkan berita atau informasi yang diragukan kebenarannya, maka bisa menyampaikannya melalui hotline whatsapp 082118670700, line @jabarsaberhoaks, Instagram @jabarsaberhoaks, dan twitter @jabarsaberhoaks. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More