Kantin Kejujuran SMP Negeri 10 Masih Eksis

Penulis: Ferdinand Pada: Jumat, 07 Des 2018, 13:03 WIB Nusantara
Kantin Kejujuran SMP Negeri 10 Masih Eksis

MI/Ferdinand

KANTIN Kejujuran SMP Negeri 10, Kota Surakarta, Jawa Tengah, masih eksis sejak berdiri pada 12 Mei 2018 lalu. Meski terbilang muda usianya, perkembangan dari buah kerja sama Dinas Pendidikan dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah ini cukup menggembirakan.

Hal itu bisa dilihat dari perkembangan modal dari waktu ke waktu. Dari modal awal Rp2.600 yang berasal dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan Kejaksaan Negeri Surakarta, kini telah berkembang menjadi Rp2.900.000.

"Ini menunjukkan bahwa perkembangannya cukup sehat. Memang pertumbuhan asetnya kecil, karena keuntungan yang diambil sangat tipis. Harga barang di sini jauh lebih murah dari yang di luar," kata Pustakawan yang dipercaya mengelola kantin, Desi Ekasari, kepada Media Indonesia, Jumat (7/12).

Baca juga: Polda DIY Naik Kelas Jadi Tipe A

Kantin Kejujuran SMP Negeri 10 Surakarta terletak di lantai dua, berbagi ruang dengan perpustakaan. Selain menyediakan alat tulis dan perlengkapan sekolah, ada juga makanan dan minuman.

Lazimnya Kantin Kejujuran yang lain, di sini juga tidak ada petugas yang melayani pembeli. Pengelola kantin hanya menyediakan satu kotak kaca berukuran 30cm x 30 cm yang berfungsi sebagai 'kasir'.

Pembeli memasukan sendiri uang pembayaran dan mengambil kembalian dari kotak yang ditempeli stiker Kejaksaan Negeri Surakarta itu. Untuk mengingatkan pembeli agar senantiasa jujur, beberapa stiker dipasang di rak pajang.

Baca juga: Di Babel Masih Ada Kantin Kejujuran

Desi mengatakan, sejauh ini sarana membentuk karakter siswa dan pendidikan antikorupsi itu berjalan sesuai harapan. Pada masa-masa awal, memang masih ada siswa yang mengambil barang tanpa membayar. Akibatnya, modal Kantin Kejujuran sempat mengalami penurunan.

"Tetapi, sekarang sudah tidak banyak lagi yang seperti itu. Semakin ke sini, siswa semakin sadar akan pentingnya bertindak jujur. Ini sangat menggembirakan," pungkasnya. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More