Indonesia Buka Peluang Tigkatkan Ekspor Produk Perikanan ke Korsel

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Jumat, 07 Des 2018, 13:30 WIB Ekonomi
Indonesia Buka Peluang Tigkatkan Ekspor Produk Perikanan ke Korsel

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Korsel Umar Hadi -- Ist

PRODUK perikanan Indonesia senilai US$143 juta berhasil menembus pasar Korea Selatan (Korsel). Capaian tersebut diperoleh setelah terjalinnya kontrak pembelian antara eksportir lokal PT Global Fisheries Exchange dengan Daelim Corporation perusahaan asal Korsel.

Penandatangan kontrak dilakukan di Conference Room Busan International Fisheries Exchange (BIFEX) di Busan, Korsel, awal pekan ini, dan disaksikan disaksikan Kepala Indonesian Trade Promotion Center Busan, Kusuma Dewi.

Dewi mengatakan masuknya produk perikanan ke Korsel membuktikan bahwa hasil komoditas Tanah Air sudah memiliki kualitas baik.

“Penandatangan kontrak pembelian ini akan memberikan kontribusi yang besar terhadap kinerja ekspor Indonesia. Kontrak pembelian akan dilakukan dalam tenggat waktu lima tahun," ujar Dewi melalui keterangan resmi, Jumat (7/12).

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Korsel Umar Hadi menyambut baik upaya kerja sama tersebut.

Selama ini, sebanyak 45% ekspor Indonesia ke Korsel masih berbasis migas dan batu bara.

"Maka dari itu diperlukan diversifikasi agar nilai ekspor dapat terus didorong. Salah satu produk yang potensial adalah perikanan, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan kekayaan laut yang sangat besar,” ucap Umar.

Baca juga: Penerimaan Negara bakal Lampaui Target

Diharapkan, kerja sama yang ada dapat semakin ditingkatkan dan produk perikanan Indonesia semakin dapat diterima oleh masyarakat Korsel.

"Peluang ekspor produk perikanan Indonesia masih sangat besar mengingat penduduk Korsel gemar mengkonsumsi makanan laut,” tuturnya.

Tren impor produk perikanan ke Korsel terus meningkat. Selama enam tahun terakhir, rata-rata impor produk perikanan ke 'Negeri Ginseng' mencapai lebih dari US$3,6 miliar.

Nilai impor terbesar berasal dari impor ikan beku tidak termasuk potongan ikan tanpa tulang dan daging ikan lainnya (HS 0303). Disusul dengan moluscs (0307) dan fish fillets and pieces, fresh, chilled or frozen (HS 0304).

Pada 2017, Tiongkok memasok sebesar 23,70% dari total impor produk perikanan Korsel. Posisi selanjutnya ditempati Rusia dengan 19,80%, Vietnam 12,90%, Norwegia 7,70%, Amerika Serikat 5,30%, dan Jepang 3,0%. Keenam negara tersebut hanya menyisakan pangsa pasar sebesar 40,40% untuk negara-negara lain termasuk Indonesia.

Adapun, Indonesia berada pada peringkat ke-15 dengan pangsa pasar sebesar 0,90% atau senilai US$40,6 juta.

“Diharapkan keberhasilan GFE mengekspor produk perikanan dapat diikuti pelaku usaha lainnya. Apalagi kebutuhan Korea Selatan terhadap produk perikanan semakin meningkat. Peluang ini hendaknya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pelaku usaha dari Indonesia,” tandasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More