Messi Kecil dari Afghanistan Mengungsi karena Ancaman Taliban

Penulis: Antara Pada: Jumat, 07 Des 2018, 13:15 WIB Sepak Bola
Messi Kecil dari Afghanistan Mengungsi karena Ancaman Taliban

AFP
Murtaza Ahmadi, dengan bangga memperlihatkan seragam tim nasional Argentina yang ditanda tangani sang kapten Lionel Messi. Murtaza dan keluarga terpaksa mengungsi di Afghanistan akibat ancaman kelompok Taliban

MURTAZA Ahmadi, sekarang berusia tujuh tahun, pernah menjadi viral pada 2016 setelah difoto saat menggunakan baju seragam tim sepak bola nasional Argentina dengan nomor milik Lionel Messi yang terbuat dari kantong plastik.

Murtaza kemudian diundang bertemu pemain idolanya dari Argentina itu di Doha, Qatar.

Menurut pengakuan keluarga Ahmadi, saat ini, mereka terpaksa meninggalkan rumah mereka di Afghanistan setelah mendapatkan beberapa kali ancaman dari kelompok Taliban.

Mereka tinggal di Provinsi Ghazni  yang merupakan wilayah operasi kelompok militan tersebut dan berhasil menyelamatkan diri ke Ibu Kota Kabul.

Murtaza dan keluarga sempat mencari tempat pengungsian sementara di Pakistan pada 2016, tapi kembali ke kampung halaman mereka setelah kehabisan uang.

Murtaza masih berusia lima tahun ketika menggunakan seragam terbuat dari kantong plastik berwarna putih-biru, seragam tim nasional Argentina yang dipimpin Messi sebagai kapten.

Di bagian depan baju kantong plastik itu, ditulis angka 10 dengan spidol.

Foto yang diunggah di media sosial tersebut ternyata menjadi viral dan banyak warganet meminta agar Murtaza dicari supaya Messi bisa bertemu.

Baca juga: Gagal Raih Ballon d'Or, Ronaldo akan Lebih Termotivasi

Ketika nama dan identitas Murtaza diumumkan, Messi kemudian mengirimkan sebuah paket, termasuk seragam tim nasional Argentina yang sudah ditanda taganinya, melalui Unicef, tempat Messi menjadi duta.

Nasib baik pun menghampiri Murtaza karena ia kemudian diundang bertemu Messi di Doha pada 2016 ketika Barcelona sedang mengikuti pertandingan persahabatan. Ia sempat berjalan di lapangan bersama pemain idolanya itu.

Namun, keluarga Murtaza mengakui kepopuleran yang mereka dapatkan justru membuat mereka menjadi target Taliban.

"Orang kuat di kampung mengatakan, 'Kamu sudah kaya sekarang, berikan uang yang kamu terima dari Messi atau kami akan ambil anak kamu," kata Shafiqa, ibu Murtaza.

Menurut Shafiqa, mereka tidak sempat membawa harta benda, termasuk seragam dari Messi yang sangat berharga itu, saat meninggalkan rumah tengah malam setelah mendengarkan rentetan tembakan.

Keluarga Murtaza adalah bagian dari kelompok etnis Hazara yang beraliran Syiah dan menjadi target kelompok Taliban.

Wilayah Ghazni sebenarnya masih dalam kontrol pemerintah Afghanistan, sering menjadi daerah konflik dengan kelompok Taliban.

Pada Agustus lalu, kelompok Taliban garis keras melancarkan serangan dan kembali melakukan serangan pada November, memaksa ribuan warga setempat menyelamatkan diri. Ratusan warga sipil, tentara dan pemberontak terbunuh dalam serangan itu.

Humayoo, 17, kakak Murtaza mengakui bahwa mereka tidak bisa mengantar Murtaza ke sekolah selama dua tahun terakhir dan juga tidak membiarkannya bermain di jalan.

"Saya rindu Messi," kata Murtaza di Kabul. Ia sangat berharap suatu hari bisa bertemu lagi.

"Kalau saya bertemu, saya akan mengatakan 'Salaam' dan apa kabar. Lalu ia akan menjawab terima kasih dan saya akan ke lapangan dimana ia akan bermain dan saya akan menonton dia," kata Murtaza. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More