Pelatih Baru Southampton tidak Suka Disebut Klopp dari Alpen

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Jumat, 07 Des 2018, 11:30 WIB Sepak Bola
Pelatih Baru Southampton tidak Suka Disebut Klopp dari Alpen

SID / VALERY HACHE

PELATIH baru Southampton Ralph Hasenhuttl, Kamis (6/12), menolak dirinya disebut sebagai Klopp dari Alpen dan menegaskan dirinya ingin membangun reputasinya sendiri di Liga Primer Inggris.

Meski memiliki hubungan baik dengan pelatih Juergen Klopp, Hasenhuttl menolak dibandingkan dengan pelatih Liverpool itu dan menegaskan dirinya fokus berusaha menyelamatkan the Saints dari jurang degradasi.

Mantan penyerang Austria itu menjadi pelatih keempat Southampton dalam tempo 18 bulan setelah Mark Hughes dipecat pada Senin (3/12).

Pelatih berusia 51 tahun itu hanya akan memimpin satu sesi latihan sebelum laga melawan sesama klub papan bawah Cardiff City pada Minggu (9/12).

Baca juga: Gelisah Mulai Landa Sarri

Dia meminta para pemainnya bekerja keras agar Southampton bisa keluar dari degradasi dan mengancam akan menjual pemain yang menolak tampil maksimal.

Ketika ditanya mengenai julukan dan pembandingan dengan Klopp, Hasenhuttl menjawab, "Saya telah mendengarnya dan saya tidak suka."

"Saya ingin menjadi diri saya sendiri. Saya secara pribadi kenal dengan dia. Kami mengikuti pendidikan sepak bola bersama-sama dan mendapatkan lisensi profesional kami bersama-sama."

"Saya sangat menyukai gaya permainannya. Gayanya sangat proaktif. Dia juga memengaruhi cara bermain saya," imbuhnya.

Hasenhuttl mengakui akan luar biasa seandainya dirinya bisa mencapai kesuksesan yang sama dengan Klopp. Namun, dia menegaskan target pertamanya ialah meloloskan Southampton dari ancaman degradasi. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More