Popularitasnya Rendah, Trump Marah

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Jumat, 07 Des 2018, 09:20 WIB Internasional
Popularitasnya Rendah, Trump Marah

Brendan Smialowski / AFP

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (6/12), menuding seluruh polling yang menyatakan popularitasnya rendah adalah salah. Dia memperhitungkan popularitasnya seharusnya setidaknya 75%.

Trump mulai merefleksikan popularitasnya lewat cuitan pada Rabu (5/12) malam merayakan sebuah polling terbaru yang menyebut popularitasnya adalah 50%.

"Bekerja keras, terima kasih!" cicit Trump yang menampilkan angka '50%' di dalam foto Trump bertepung tangan saat berkampanye.

Masalahnya, lembaga polling yang menyebut popularitas Trump adalah 50%, Rasmussen, merupakan satu-satunya yang berbeda dibanding yang lain.

Baca juga: Dua Pesawat Militer AS Jatuh di Laut Jepang

Lembaga polling lainnya, seperti Gallup, memberi Trump nilai yang lebih rendah, rata-rata sekitar 43%.

Karenanya, Kamis (6/12) pagi, Trump mencuit kembali, kali ini menyebut rendahnya popularitasnya terjadi karena berbagai penyelitikan terkait aksi tidak pantas atau kriminal yang dilakukan kubunya, termasuk kontak dengan Rusia.

"Tanpa adanya penyelidikan palsu Rusia itu, popularitas saya seharusnya setidaknya 75% bukan 50% seperti yang dilaporkan Rasmussen," cuit Trump. "Ini namanya pelecehan terhadap presiden."

Jika popularitas Trump benar sebesar 75%, itu akan menjadikan dirinya sebagai salah satu pemimpin negara paling populer di dunia. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More