Presiden Rangkul Muhammadiyah

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Jumat, 07 Des 2018, 07:35 WIB Politik dan Hukum
Presiden Rangkul Muhammadiyah

ANTARA/WAHYU PUTRO
BERSAMA MAHASISWA: Presiden Joko Widodo mengamati mahasiswa yang melakukan pelatihan saat mengunjungi Universitas Aisyiyah di Yogyakarta, kemarin. Presiden mengapresiasi respons cepat Universitas Aisyiyah dalam menghadapi perkembangan pendidikan dan keseha

MANTAN Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif meminta narasi bahwa Presiden Joko Widodo tidak memperhatikan umat Islam dihentikan.

Pasalnya, kata Maarif, fakta yang terjadi ialah sebaliknya. Menurutnya, kebijakan Jokowi justru banyak berpihak kepada umat Islam, khususnya Muhammadiyah.

"Beberapa waktu lalu, Presiden menyerahkan 6 SK (surat keputusan) bagi sekolah tinggi Muhammadiyah di Lamongan. Nanti Presiden masih akan berkunjung ke Universitas Aisyiyah. Jadi, kalau ada yang bilang Presiden tidak perhatian kepada Islam, hentikanlah," ujarnya pada Milad Satu Abad Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Yogyakarta, kemarin.

Syafii yang juga lulusan Madrasah Muallimin pada 1956 mengatakan kehadiran Jokowi dalam peringatan eksistensi sekolah kader Muhammadiyah ini dianggap sebagai hal yang spesial karena Jokowi merupakan presiden pertama yang mengunjungi sekolah ini.

Keberpihakan Presiden, sambung Maarif, juga ditunjukkan dengan membantu perluasan Madrasah Mu'allimin Mu'allimaat Yogyakarta di Jalan Wates, Yogyakarta.

Dalam puncak milad ke-100 tahun bertema Diaspora kader melintasi zaman yang digelar di Lapangan Sekolah Mu'allimin Yogyakarta ini, Jokowi mengaku suatu kebanggaan bisa hadir.

Hadir dalam acara ini, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mensesneg Pratikno, Mendikbud Muhadjir Effendy, Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, dan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi berjanji akan membantu pembangunan kampus Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta dalam waktu dekat. "Saya perintahkan kepada Menteri BUMN agar secepatnya dimulai," ujarnya disambut aplaus meriah hadirin.

Di tempat yang sama, Haedar Nashir mengatakan momentum satu abad menjadi tonggak sejarah untuk melakukan tranformasi, menghadirkan kader yang punya karakter bukan sekadar menjadikan agama sebatas aksesori.

Selain menghadiri milad, Jokowi menyambangi Universitas Aisyiyah Yogyakarta.

Aset bangsa

Presiden Jokowi meminta warga Muhammadiyah terus menjaga persatuan dan kerukunan antarwarga. "Aset terbesar bangsa ini ialah persatuan dan kerukunan," katanya. Presiden mengajak semua pihak untuk terus menjaga ukhuwah di antara anak bangsa.

Dalam menanggapi kunjungan mantan Wali Kota Solo itu, peneliti senior Indonesian Institute Abdurrahim Ghazali mengatakan, sangat wajar Jokowi sering menghadiri acara Muhammadiyah mengingat pemerintah banyak terbantu oleh Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan kesehatan. "Kalau ada harapan terdongkraknya elektabilitas sebagai capres nomor urut 01 dari kalangan Islam, khususnya Muhammadiyah, saya kira wajar saja," ujar Abdurrahim, tadi malam.

Terkait dengan permintaan Buya Syafii Maarif agar tudingan bahwa Jokowi tidak memperhatikan umat Islam dihentikan, Abdurrahim melihat hal itu sangat penting disampaikan. "Tak hanya tudingan itu, masih ada tokoh yang bicara di kalangan Muhammadiyah bahwa Jokowi itu anti-Islam dan PKI. Jadi, statement Buya bisa menjernihkan," kata mantan aktivis Muhammadiyah itu. (Ant/X-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More