Ular-Ular Berbisa Serbu Pertanian Pohon Natal

Penulis: (Ant/Denny Parsaulian Sinaga/I-2) Pada: Jumat, 07 Des 2018, 05:10 WIB Internasional
Ular-Ular Berbisa Serbu Pertanian Pohon Natal

FOTO ANTARA/Ari Bowo Sucipto

SAAT musim liburan menjelang Natal, di belahan bumi utara diwarnai dengan salju, baju hangat, dan rusa kutub. Namun, buat orang Australia, justru sebaliknya.

Mereka justru harus menikmati sengatan sinat matahari, badai pasir, dan ular!

Hal itu antara lain tengah terjadi di salah satu sentra bisnis di Australia yang berjarak sekitar 510 kilometer di sebelah selatan Sydney.

Letak wilayah itu berdekatan dengan Kota Praja Bega. Di sana, kemarau yang berkepanjangan sedang melanda hingga pantai timur Australia.

Kondisi tersebut membuat rombongan jenis ular mematikan merampas kegembiraan warga setempat dari kemeriahan pesta akhir tahun.

Warga setempat bernama Deb Court, kemarin, mengatakan kepada lembaga penyiaran Australian Broadcasting Corporation, pertanian pohon Natal yang dikenal dengan sebutan Xmas Tree Bob telah dipenuhi banyak ular cokelat yang sangat agresif.

Padahal, Xmas Tree Bob merupakan salah satu wujud kebahagiaan keluarga mereka dalam menyambut Natal.

"Biasanya, saya keluar ke kebun dengan memakai sandal. Akan tetapi, tahun ini saya memakai sepatu karet dan sudah lama tidak ke kebun," kata perempuan itu sebagaimana dikutip Kantor Berita Xinhua yang dipantau Kantor Berita Antara di Jakarta, kemarin pagi.

Dia mengisahkan ibunya pernah sekali membuka pintu mobil dan seekor ular cokelat terlihat berada di bawah kakinya.

Hal itu membuat sang ibu kaget dan syok. "Saya juga pernah mengalamii hal seperti itu. Ada seekor ular cokelat menyentuh kaki saya ketika sedang berada di kebun. Sekarang, saya selalu membawa alat untuk berjaga-jaga," tuturnya.

Sirna

Bagi sebagian besar keluarga di sana, memilih-milih pohon Natal di kebun merupakan salah satu kegembiraan saat menyambut hari besar tersebut.

Hal itu sudah menjadi tradisi turun-temurun. Biasanya, warga berkeliling mencari pohon yang cocok untuk dijadikan pohon Natal.

Namun, dengan kehadiran salah satu jenis ular paling mematikan di dunia yang berkeliaran di pertanian warga, kebahagian mereka menjadi sirna.

Apalagi, ular-ular berbisa itu membanjiri kebun-kebun warga dalam jumlah yang sangat banyak.

Court mengatakan, untuk berjaga-jaga dari serangan ular-ular tersebut, sekarang dia harus menemui para calon pembeli pohon Natal di gerbang tempat ia telah memasang tanda peringatan 'Awas Banyak Ular'.

"Ular-ular berbisa itu telah memengaruhi banyak keluarga dan anak-anak yang sering datang ke pertanian saya karena mereka mau memilih pohon Natal yang cocok," imbuhnya.

Namun, meski masalah yang sangat unik itu sedang terjadi, para pelanggan pohon Natal Court dapat memahaminya.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More