Libanon Sangkal Keberadaan Terowongan ke Israel

Penulis: (Ant/I-2) Pada: Jumat, 07 Des 2018, 05:00 WIB Internasional
Libanon Sangkal Keberadaan Terowongan ke Israel

(Photo by Ali DIA / AFP)

 

ISRAEL tidak memberikan bukti-bukti tentang terowongan yang dituding dipakai untuk melancarkan serangan lintas perbatasan.

Hal itu dikatakan Ketua Parlemen Libanon Nabih Berri dalam pertemuan dengan pasukan perdamaian PBB pada Rabu (5/12).

Sebelumnya, pada Selasa (4/12), militer Israel melancarkan operasi untuk menghancurkan dan menggagalkan penggunaan terowongan ke wilayah mereka yang dikatakan berasal dari Libanon.

Israel menuding gerakan Hizbullah Libanon menggali tanah untuk membuat terowongan ke perbatasan. Menurut militer Israel, terowongan-terowongan tersebut belum berfungsi, tapi tetap menimbulkan ancaman karena serangan dapat saja segera terjadi.

Sejauh ini, belum ada komentar dan tanggapan dari Hizbullah, yakni kelompok bersenjata dukungan Iran yang berperang melawan Israel. "Pemerintah Israel tidak menunjukkan informasi dalam pertemuan dengan tentara Libanon dan pasukan keamanan UNIFIL," kata pernyataan dari kantor Berri.

Berry, sekutu politik Hizbullah, mengatakan Libanon telah meminta koordinat geografi terowongan-terowongan tersebut. Namun, hingga kini mereka tidak menerima apa pun dari Israel.

"Ini (tuduhan Israel) sama sekali tidak didasarkan pada fakta sesungguhnya," kata Ali Bazzi, anggota parlemen dari blok Berri, mengutip pernyataam ketua parlemen mereka seusai pertemuan.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Libanon mengatakan akan mengajukan keluhan kepada PBB mengenai pelanggaran-pelanggaran yang berulang-ulang dilakukan Israel.

Mereka menyebut alat penggali mekanis dan alat berat lainnya tampak terlihat dari Libanon Selatan sedang bekerja di wilayah Israel.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan operasi untuk menghancurkan terowongan akan berlanjut sepanjang diperlukan. Di lain hal, tentara Libanon mengatakan mereka sepenuhnya siap menghadapi kondisi darurat di perbatasan wilayah mereka.

Sebagai informasi, Israel dan Hizbullah telah menghindari bentrokan besar di perbatasan sejak perang terakhir pada 2006 lalu meskipun Israel meningkatkan serangan di Suriah menyasar Hizbullah.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More