Kalla Dorong Insinyur Indonesia Berani Bersaing

Penulis: Yose Hendra Pada: Kamis, 06 Des 2018, 21:55 WIB Nusantara
Kalla Dorong Insinyur Indonesia Berani Bersaing

ANTARA FOTO/Pandu Dewantara

WAKIL Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menekankan para insinyur Indonesia tidak perlu takut menghadapi insinyur dari luar. Pasalnya, tenaga insinyur Indonesia lebih pintar, yang terbukti dengan banyaknya yang dipakai di luar negeri.

"Kita harus bisa menjadi Insinyur profesional, jangan setiap pembangunan kita masih mengharapkan tenaga insinyur dari luar negeri, seperti pembangunan bandara, sejak masih zaman Soekarno kita masih pakai tenaga asing, sudah 60 tahun kita harus bangkit, jangan sedikit-dikit menggunakan tenaga insinyur asing," kata Kalla saat memberi kata sambutan sekaligus membuka Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke-XXI dalam rangka Dialog Nasional di Grand Inna Padang, Sumatra Barat, Kamis (6/12).

Oleh karena itu, dia minta mulai sekarang manfaatkan tenaga insinyur nasional dan tidak ada lagi pembangunan bandara memakai tenaga insinyur asing.

Wapres juga menyampaikan keprihatinannya terhadap banyaknya tenaga insinyur dan tenaga ahli Indonesia bekerja di negara tetangga. Sehingga tenaga insiyur kita dalam negeri jadi berkurang.

"Kita menyadari juga bahwa soal pendapat dan gaji tenaga insinyur di Indonesia masih relatif murah sementara diluar negeri pendapat dan gaji lebih besar. Tentu ini perlu menjadi perhatian negeri ini," ungkapnya.

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih diadakannya Kongres PII ini diadakan di Padang, karena ini bisa menjadi nilai tambah bagi SDM lokal, karena pada saat ini di Sumbar masih banyak kekurangan tenaga insinyur, ada sekitar 50 tenaga insinyur yang kurang di instansi Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pengelolaab Sumber Daya Air (PSDA).

Kekurangan tenaga insinyur ini, sebut Nasrul, tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah pusat, agar dalam penerimaan pegawai menambah kuota bagi tenaga insinyur di Sumbar.
 
"Kita mengetahui daerah Sumatera Barat ini merupakan 'rawan bencana', ada gempa, tsunami, yang merupakan isu yang mengerikan bagi masyarakat Sumbar," ujarnya.

Hal ini juga diperkuat diperkuat oleh analisis lima profesor pakar gempa dari luar negeri yang mengatakan akan terjadi gempa 8,9 SR dengan gelombang setinggi 12 meter, sekitar 2,5 km kedaratan dengan kecepatan 800 km/jam.

"Kami masih bersyukur, walau sering terjadi gempa-gempa kecil, masyarakat Sumbar tinggal lari keluar rumah dan mencari ketinggian, dan sosialisasi terua dilakukan," ujar Nasrul.

Nasrul juga menyampaikan kepada para peserta Kongres PI agar menikmati keindahan wisata Sumatra Barat serta membeli oleh-oleh sebagai ungkapan rasa cinta keluarga.

Sementara Ketua Umum PII (The Instituion of Engineers Indonesia) Dr Ir Hermanto Dardak, mengatakan, PII ini sudah berjalan selama 21 tahun yang dilaksanakan setiap 3 tahun sekali dalam pelaksanaan kongres dan pemilihan pengurus yang baru. Pesertanya terdiri atas perwakilan 23 provinsi dan 150 cabang dari kabupaten/kota se-Indonesia.

Hermanto juga menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya membangun sumber daya manusia di bidang keinsinyuran yang mampu memberi nilai tambah.

"Sehingga, insinyur Indonesia berdaya saing tinggi bisa lebih kompetitif dibanding negara lain," bilangnya.

Kongres PPI XXI dan Dialog Nasional dibuka Wapres dengan melakukan pemukulan gong dengan didampingi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sebagai tanda peresmian pembukaan Kongres PII XXI dan Dialog Nasional. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More