Korupsi Jalan, Sekda Dumai Ditahan

Penulis: Rudi Kurniawansyah Pada: Jumat, 07 Des 2018, 04:05 WIB Nusantara
Korupsi Jalan, Sekda Dumai Ditahan

MI/ROMMY PUJIANTO

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis, Riau (periode 2013-2015) yang kini menjabat sebagai Sekda Kota Dumai Muhammad Nasir dalam kasus dugaan korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, sebesar Rp495 miliar.

Selain itu, Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction sebagai pihak kontraktor, juga turut ditahan dalam kasus tersebut. “Kedua tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (6/12).

Febri menjelaskan kedua tersangka ditahan secara terpisah. Tersangka Muhammad Nasir ditahan di Rutan Guntur, sedangkan tersangka Hobby Siregar di Rutan Salemba. Selama penahanan, lanjut Febri, KPK juga akan melengkapi berkas perkara kedua tersangka.
KPK juga masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menentukan naik atau tidaknya status Bupati Bengkalis Amril Mukminin dalam kasus itu.

“Sampai saat ini belum ada tersangka baru. Bupati Bengkalis masih saksi sampai hari ini,” jelas Febri.

Penyidik KPK juga masih menunggu hasil akhir perhitungan indikasi kerugian negara yang diproses BPK.

Sebelumnya, KPK telah mengeluarkan surat cegah tangkal bepergian ke luar negeri yang ditujukan kepada Bupati Bengkalis Amril Mukminin. “KPK menunggu audit perhitungan kerugian negara dari BPK. Setelah itu didapatkan, kami akan analisis lebih lanjut kemungkinan pengembangan perkara ke pelaku lain,” jelas Febri.

Korupsi pasar Lembor
Dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan, penyidik tindak pidana korupsi Polda NTT di Labuan Bajo, kemarin, memeriksa sedikitnya delapan orang terkait proyek pembangunan pasar di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengecekan fakta lapangan yang dilakukan petugas pada Rabu (5/12).

Pembangunan yang menggunakan sumber dana APBN senilai Rp9 miliar lebih itu merupakan alokasi tahun anggaran 2016. Proyek itu menggunakan skema multiyears. Dua penyidik dari Ditreskrimsus memeriksa pihak terkait di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop) secarah tertutup.

Suasana di Kantor Perindagkop di Jalan Soekarno-Hatta, jalan lintas utama Labuan Bajo-Ruteng terlihat seperti biasa meski sejumlah petugas mengeledah dan meminta sejumlah dokument terkait Pasar Lembor. Dimulai dari tim PHO, panitia tender, konsultan perencana, konsultan pengawas, bendahara pembayaran, hingga anggota panitia pejabat pembuat komitmen.

“Hari ini (Kamis, 6/12) para pihak terkait diperiksa di kantor ini. Diawali dengan penyerahan dan pemeriksaan dokumen,” ujar Kepala Dinas Perindagkop Dominikus Yakel. “Semua dokumen dibeberkan di depan penyidik sesuai permintaan. Penyidik telah mengambil beberapa dokumen,” ungkapnya.

Kapolres Manggarai Barat AKB Julisa Kusumowardono membenarkan adanya pemeriksaan oleh tim Ditreskrimsus Polda NTT sejak 3 Desember terkait dengan proyek pembangunan Pasar Waenakeng di Lembor. (JL/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More