Pemkot Plinplan Tarif Trans-Patriot

Penulis: (Gan/J-1) Pada: Jumat, 07 Des 2018, 04:20 WIB Megapolitan
Pemkot Plinplan Tarif Trans-Patriot

ANTARA FOTO/Risky Andrianto/

PENERAPAN tarif bus Trans-Patriot hingga kini masih tertunda. Padahal, Pemerintah Kota Bekasi sudah berencana mengutip tarif pada penumpang pada mulai Senin (3/12) lalu setelah digratiskan selama sepekan. "Kami, antara pemerintah dan pengelola bus Trans-Patriot, masih membahas soal besaran subsidi tarif," ungkap Direktur Utama Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP), TB Hendra, kemarin.

Ia menjelaskan, rencana pemberlakuan tarif terpaksa molor karena harus melalui kajian yang matang. Apalagi, tarif yang dipatok bakal menjadi tolok ukur nilai subdisi yang akan diberikan pemerintah daerah kepada pengelola.

Sejauh ini, kata dia, animo masyarakat terus meningkat. Awal pengoperasian bus Trans-Patriot, penumpang tiap bus memang tak lebih dari lima orang. Namun, saat ini sudah mencapai 20-25 penumpang tiap bus.

"Rencana tarifnya adalah Rp3.500 per orang, tetapi rupanya masih perlu pembahasan. Kami berharap Senin (10/12) sudah bisa diterapkan," jelas Hendra.

Di dalam bus itu ada beberapa fasilitas yang disiapkan pemerintah bagi warga. Selain 20 unit bangku duduk yang nyaman, bus tersebut juga dilengkapi dengan pendingin udara, kamera pengintai (CCTV), bangku prioritas (bagi manula, ibu hamil, dan membawa balita, serta penyandang disabilitas), dan pegangan tangan bagi penumpang berdiri.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More