Pemprov Jabar Tolak Anggaran Cegah Banjir

Penulis: (CS/LD/AD/FR/RF/N-2) Pada: Kamis, 06 Des 2018, 21:55 WIB Nusantara
Pemprov Jabar Tolak Anggaran Cegah Banjir

MI/CIKWAN

WARGA Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, harus bersabar dari ancaman banjir. Pasalnya, pengajuan bantuan sebesar Rp32 miliar yang diajukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang ditolak Pemprov Jawa Barat tanpa alasan jelas. Rencananya anggaran Rp32 miliar itu diperuntukkan untuk solusi banjir di Desa Karangligar.

“Kami tidak tahu apa alasannya karena ini merupakan kewenangan provinsi. Kami tahu anggaran itu tidak jadi dialokasikan ke BPBD Karawang,” kata Kepala BPBD Karawang, Asep Wahyu, Kamis (6/12).

Selain itu, sebagai bentuk solusi lainnya, BPBD pun kembali menindaklanjuti kajian yang telah diajukan ke provinsi untuk dialihkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang bidang Tata Guna Air dengan anggaran yang sama.
“Kita telah mengusulkan kembali bentuk kajian yang telah kami ajukan ke provinsi ke Dinas PUPR, dengan harapan kami agar permasalahan banjir di desa Karangligar ini bisa segera direalisasi,” harapnya.

Dari Tasikmalaya, pemkab setempat bersama komunitas pencinta alam menggelar gerak­an nasional pengurangan risiko bencana di Lapangan Bojongsari, Kecamatan Culemaga, Kabupaten Tasikmalaya. Apalagi, Pemkab Tasikmalaya sudah mengeluarkan surat keputusan siaga bencana di wilayah itu sampai tiga bulan ke depan.

Di Kota Surakarta, pemerintah kota setempat menggerakkan masyarakat untuk melakukan pelatihan simulasi tanggap darurat bencana yang digelar PMI cabang Surakarta.

Simulasi tanggap darurat bencana yang dipusatkan di lahan samping Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti ini berlangsung selama empat hari. Pesertanya terdiri atas perwakilan kelurahan dan mahasiswa.

Pada bagian lain banjir yang sempat menggenangi ribuan rumah di Cilacap, Jawa Tengah, berangsur surut. Namun, BPBD setempat tetap meminta kewaspadaan masyarakat sebab potensi hujan pada Desember hingga Januari mendatang masih tinggi.

Sementara itu, di Muntok, Bangka Barat, ada lima titik rawan banjir yang harus diwaspadai masyarakat. Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Pol PP dan BPBD Bangka Barat, Wasiono, mengatakan lima titik rawan banjir itu ialah Kampung Culong, Teluk Rubiah, Tanjung, Kampung Ulu, dan Belo Laut. (CS/LD/AD/FR/RF/N-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More