Puting Beliung Terjang Kota Bogor, Satu Tewas

Penulis: (DD/Ind/J-1) Pada: Jumat, 07 Des 2018, 04:00 WIB Megapolitan
Puting Beliung Terjang Kota Bogor, Satu Tewas

MI/DEDE SUSIANTI

ANGIN puting beliung melanda bagian selatan Kota Bogor, kemarin sore. Hujan deras dan petir terus berkilatan di langit sempat membuat takut warga.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB itu mengakibatkan sejumlah pohon tumbang hingga menimpa kendaraan. Sejumlah bangunan pun rusak tersapu angin beliung dan tertimpa pohon.

"Yang lagi ditangani di Jalan Lawang Gintung dan yang di Batu Tulis. Kami bagi-bagi tugas, dan sekarang masih mendata titik-titik mana saja. Dari laporan yang masuk, kerusakan paling banyak di Kecamatan Bogor Selatan. Tapi terparah ini, ada 1 Avanza dan ini dua angkot rusak. Ini sekarang tinggal satu angkot lagi sedang kita evakuasi," kata Choky, salah seorang petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.

Ajun Komisaris Yuni Astuti, Kasubag Humas Polresta Bogor Kota, menambahkan, akibat peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia. Korban adalah pengendara mobil Avanza bernopol F 1618 EY. Korban bernama Eniny Reno, 45, warga BNR Cluster Bukit Nirwana, Kota Bogor.

Hingga pukul 17.50 WIB WIB, proses evakuasi angkot masih dilakukan tim gabungan dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Kota Bogor, kepolisian, TNI dan Sat Pol PP Kota Bogor. Di bawah guyuran hujan deras, petugas berusaha menggergaji pohon menjadi bagian yang lebih kecil guna memudahkan evakuasi badan angkot.

Akibat peristiwa tersebut, Jalan Raya Lawang Gintung menuju Batu Tulis dan menuju (Bogor Trade Mall) atau dari arah sebaliknya ditutup. Karena pohon besar yang menimpa angkot itu menutup seluruh badan jalan.

"Yang saat ini kita tutup jalur Lawang Gintung menuju batu tulis dan sebaliknya. Tadi yang di sekitar Stasiun Batu Tulis sempat kami tutup. Karena di titik itu pun ada pohon tumbang. Tapi sekarang sudah beres,"kata Kasat Lantas Polres Bogor Kota Komisaris Bramastyo Triaji saat di temui di lokasi kejadian.

Berdasarkan data dari Polres Bogor Kota, rumah-rumah yang rusak akibat sapuan angin puting beliung ada di Kelurahan Cipaku, Kelurahan Batutulis, dan Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan.

Gerah di malam hari

Kepala Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Harry Djatmiko mengingatkan warga akan potensi puting beliung di sekitarnya. Pasalnya, puting beliung kerap terjadi pada masa transisi/pancaroba musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

"Ini fenomena cuaca alamiah. Indikasi terjadinya hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang yang berdurasi singkat," ujar Harry.

Tanda-tanda potensi puting beliung, sambungnya, dimulai dari panasnya suhu udara di malam hingga pagi hari yang membuat badan jadi gerah.

"Puting beliung biasanya terjadi saat hujan yang pertama kali turun, hujan deras tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita," kata Harry.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More