Tak Mau Merayakan Gelar Male Athlete of the Year 2018

Penulis: (IAAF.org/R-3) Pada: Jumat, 07 Des 2018, 03:00 WIB Olahraga
Tak Mau Merayakan Gelar Male Athlete of the Year 2018

Valery HACHE / AFP

SUASANA malam di gedung megah Grimaldi Forum, Monako, pada Selasa (4/12)terasa semarak. Saat itu memang tengah digelar acara Penganugerahan Penghargaan Atlet IAAF 2018.       

Pada acara penganugerahan yang digelar International Association of Athletics Federations (IAAF) tersebut  diumumkan dua atlet pria dan wanita yang berhak dinobatkan sebagai Male and Female Athlete of the Year 2018.  

Akhirnya pembawa acara menyatakan pelari jarak jauh Kenya, Eliud Kipchoge, dinobatkan menjadi Male Athlete of the Year 2018. Sementara itu, atlet loncat jauh dari Kolombia, Caterine Ibarguen, didapuk sebagai Female Athlete of the Year 2018.  

Namun, dengan rendah hati, Kipchoge yang tahun ini meraih dua medali emas Maraton Berlin dan London itu mengaku tak merayakan penobatan sebagai Male Athlete of the Year 2018 secara meriah di kampung halamannya di Kenya.  
 
Pemegang rekor dunia maraton dengan waktu 2 jam, 1 menit, 39 detik ini mengaku tak mau buang waktu. Pasalnya dia mau fokus untuk mempersiapkan diri berlaga di lomba maraton 2019.

Saat ditanya target dalam maraton tahun depan, pria berusia 34 tahun ini tak mau berkomentar, Namun, di ajang maraton, Kipchoge tak henti menuai prestasi dengan reko baru.

Pada Berlin Marathon 2018, pelari yang dilatih Patrick Sang itu memuat kejutan dengan membuat rekor baru dengan waktu lebih cepat 1 menit, 18 detik. Padahal rekor Berlin Marathon tak pernah pecah sejak 1967.   

“Saya ini orang sederhana. Saya selalu merayakan dengan keluarga saya. Jadi jangan berharap saya yang akan menggelar parade dengan menaiki kendaraan untuk merayakan kesuksesan saya karena saya menilai itu sebagai penghinaan,” ucap Kipchoge kepada para jurnalis setelah menerima Male Athlete of the Year Award di Gedung Grimaldi Forum, Monako, Selasa (4/12) malam.  

“Saya selalu memotivasi diri sendiri dan saya selalu memotivasi untuk menghadapi musim lomba berikutnya,” jelas peraih medali emas Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro. Brasil, tersebut.

Untuk menjaga prestasinya dan bahkan bisa kembali memecahkan rekor, Kipchoge tak ingin membuang waktu tanpa latihan.  

Tidaklah mengherankan jika atlet Kenya peraih tujuh gelar juara dari ajang maraton bergengsi dunia itu menerapkan hidup seperti biksu. Dia tak pernah berhenti berlatih di kamp latihannya di Kaptagat, Elgeyo-Marakwet County, Kenya. (IAAF.org/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More