KUR Peternakan Bantu Percepat Pembiayaan

Penulis: Nur Aivanni Pada: Kamis, 06 Des 2018, 23:45 WIB Ekonomi
KUR Peternakan Bantu Percepat Pembiayaan

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

PEMERINTAH secara resmi meluncurkan kredit usaha rakyat (KUR) khusus peternakan rakyat di Desa Kebonagung, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng).

Peluncuran KUR khusus peternakan rakyat oleh Kemenko Perekonomian dan badan usaha milik negara sebesar Rp8,9 miliar kepada 69 anggota kelompok peternakan rakyat itu akan jadi contoh nasional di Indonesia.

Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan peluncuran KUR khusus peternakan rakyat sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengurangi masalah ketimpangan melalui kebijakan pemerataan ekonomi.

Dalam Permenko No 11/2017, kata Darmin, pemerintah memang mengatur KUR khusus. KUR khusus diberikan kepada kelompok yang dikelola bersama dalam bentuk klaster dengan menggunakan mit­ra usaha untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat, dan perikanan rakyat.

Ia berharap dengan penyaluran KUR khusus peternakan rakyat, penyaluran KUR semakin meningkat tiap tahun. Selama ini bidang itu belum dilayani perbankan.

“Penyaluran­ KUR periode Januari-Oktober 2018 mencapai Rp113 triliun. Dengan KUR khusus peter­nakan rakyat ini, saya yakin penya­luran KUR makin meningkat dan tahun depan saya prediksikan mencapai Rp140 triliun,” ujar Dar­min saat peluncuran KUR khusus peternakan rakyat di Wonogiri, Jateng, Kamis (6/12).

Melalui keterangan resminya, ia mengatakan sebagai penyalur KUR khusus peternakan rakyat, pemerintah menunjuk BRI, Bank Mandiri, BNI, Bank Jateng, dan Bank Sinarmas, dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Pengayom Tani Sejagat.

Darmin pun mengimbau kepada bank atau penyalur KUR turut mendukung KUR khusus peternakan rakyat ini. Caranya dengan mem­ban­tu peternak menyelesaikan persyaratan seperti nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan dokumen pendukung lain dalam mengajukan KUR.

“Kekurangan persyaratan justru harus dibantu bank, mengingat terbatasnya pengetahuan peternak kecil atas KUR ini. Selain itu, penarikan KUR baiknya dilakukan dengan sistem kartu agar peternak menarik KUR sesuai dengan kebutuhan pembiayaan,” tuturnya.

Menurut Darmin, dengan sistem itu, pembiayaan tidak memberatkan peternak. Hal itu juga sejalan dengan diluncurkannya kartu tani di Jateng yang sudah mengintegrasikan subsidi pupuk, rekening tabungan, dan penyaluran KUR.
Tertinggi

Dalam kesempatan tersebut, Darmin berterima kasih kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang mendorong penyaluran KUR dengan amat baik, bahkan penyalur­an KUR di Jateng tertinggi secara nasional. “Dari total Rp113 triliun KUR nasional tahun ini, Jateng dapat menyalurkan Rp20,4 triliun atau 17,5%,” pungkasnya.

Ganjar menyampaikan Jateng memiliki beberapa titik sektor peternakan yang sudah siap karena dibentuk dan berjalan cukup lama. “Dulu bantuan 20 ekor sapi, kini sudah jadi 90-an sapi, ini bukti usaha peternakan rakyat yang kami bina berjalan baik,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Selain pemberian KUR, Pemprov Jateng sudah bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk dari Australia terkait dengan bagaimana cara beternak yang baik, cara manajemen dan pakan yang baik, serta cara memasarkan.
“Artinya, setelah akses permodal­an beres dengan KUR ini, dan kerja sama pihak luar negeri ini maka bisnis peternakan Jateng akan semakin baik,” tutup Ganjar. (E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More