Penerimaan Negara bakal Lampaui Target

Penulis: Nur Aivanni Pada: Kamis, 06 Des 2018, 23:15 WIB Ekonomi
Penerimaan Negara bakal Lampaui Target

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis realisasi pendapatan negara pada akhir 2018 bisa melampaui target yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp1.894,7 triliun. “Sampai akhir tahun bisa lebih dari 100%. Jadi, penerimaan negar­a akan terlewati,” ujar Sri Mulya­ni dalam temu media di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12).

Menurut Menkeu, ini untuk pertama kali penerimaan negara akan melebihi target APBN 2018, yaitu mencapai Rp1.936 triliun dari yang semula dipatok sebesar Rp1.894 triliun. Seperti dikutip laman Kementerian Keuangan, reali­sasi penerimaan dalam APBN tidak pernah melebihi target. Pada APBN 2015, misalnya, realisasinya hanya mencapai Rp1.504 triliun, atau 85,4% dari target.

Begitu pun pada APBN 2016, realisasinya cuma mencapai Rp1.555 triliun, atau 87% dari target. Hanya pada 2014 angkanya yang mendekati target, yakni 94,8%.

Sri Mulyani menjelaskan pendapatan negara kali ini akan didukung optimalisasi penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang terbantu oleh kenaikan harga minyak dunia.

Pencapaian penerimaan dari sektor pajak serta bea dan cukai ini, kata dia, tumbuh 15,3% jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Dalam periode ini, penerimaan pajak penghasilan (PPh) nonmigas dan pajak pertambahan nilai (PPN) yang menggambarkan kegiatan ekonomi tumbuh dengan cukup baik. Penerimaan PPh nonmigas telah mencapai Rp591,6 triliun, atau 72,4% dari target, dan PPN sudah tercatat sebesar Rp459,9 triliun, atau 84,9% dari target.

Sri Mulyani memastikan penerimaan PPh nonmigas dan PPN ini masing-masing tercatat tumbuh 15% dan 14,1% dari periode sama 2017. “Tren peningkatan penerimaan akan berlangsung dalam minggu-minggu ini hingga mendekati akhir tahun,” ujarnya.

Realisasi PNBP, kata dia, juga sudah melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp275,4 triliun karena harga minyak dunia saat ini sudah melebihi asumsi yang ditetapkan dalam APBN. Realisasi pendapatan dari sektor PNBP tercatat sudah mencapai Rp342,5 triliun, atau tumbuh 20,4% jika dibandingkan dengan akhir November 2017.

Tekan defisit
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani memastikan pemerintah terus mengupayakan reali­sasi defisit anggaran di tahun-tahun mendatang semakin mengecil seiring dengan pengelolaan APBN yang kian sehat. Menurut dia, upaya pengurangan realisasi defisit anggaran membutuhkan strategi penerimaan perpajakan yang kuat. “APBN yang sehat membutuhkan strategi penerimaan yang kuat,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Askolani mengatakan penerimaan perpajakan yang sebanyak 80% merupakan sumber pendapatan dalam APBN perlu diperkuat guna mendukung pembiayaan untuk menutup defisit anggaran.

Dengan penerimaan perpajakan yang baik, kata dia, pemerintah tidak lagi bergantung pada pembiayaan utang dan mampu menjaga kualitas defisit anggaran. “APBN makin kuat dengan defisit yang kecil karena keseimbangan primer juga semakin kecil. Ini berarti kita bisa kurangi beban utang dan lebih kuat dari aspek fiskal,” ujar Askolani.

Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang sudah berjalan baik dengan realisasi defisit anggaran berada pada kisaran 1,6% terhadap PDB terus dipertahankan dan menjadi modal untuk pelaksanaan anggaran di 2019. (E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More