Birokrasi Sehat, Perekonomian Kuat

Penulis: Try/E-2) Pada: Kamis, 06 Des 2018, 23:00 WIB Ekonomi
Birokrasi Sehat, Perekonomian Kuat

Antara Foto/Zabur Karuru

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perbaikan kualitas institusi dan birokrasi menjadi salah satu kunci menghindari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap). “Ini menjadi tantangan yang paling sulit karena perbaikan kualitas institusi tidak ada tolok ukurnya,” kata Sri Mulyani dalam temu media di Nusa Dua, Bali, seperti dikutip Antara, Kamis (6/12).

Seperti diketahui, saat ini, PDB per kapita Indonesia berkisar US$3.876,8 per tahun dan masuk kategori negara berpendapatan menengah bawah. Berdasarkan kategori yang dibuat Bank Dunia, negara berpendapatan­ rendah (low income), yaitu negara yang pendapatan per kapitanya­ kurang dari US$1.026 per tahun, sedangkan negara berpendapatan menengah bawah (lower middle income), yaitu pendapatan per kapitanya US$1.026 per tahun hingga US$4.035 per tahun.

Sementara itu, negara berpendapatan menengah atas, yaitu pendapatan per kapitanya US$4.036 sampai US$12.475 per tahun, sedangkan negara berpendapatan tinggi, yaitu pendapatan per kapitanya lebih dari US$12.475 per tahun.

Sri Mulyani menjelaskan kebanyakan negara yang lepas dari middle income trap dan menjadi negara maju yang mempunyai institusi dan birokrasi yang efisien, bebas korupsi, mempunyai kompetensi, dan bersih. Untuk itu, ia mengingatkan reformasi birokrasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas institusi dan birokrasi semakin baik dan profesional.

Selain perbaikan intitusi, hal lain yang harus dilakukan ialah menciptakan kebijakan dan disiplin untuk mendorong daya saing. Hal ini, menurut Sri Mulyani, juga perlu didorong pembenahan sumber daya manusia agar tercipta kompetensi yang memadai dalam mendukung kinerja pembangunan.

Secara terpisah, Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Thomas­ Trikasih Lembong­ menilai, 2018 merupakan tahun yang cukup berat bagi perekonomian Indonesia dan juga dunia.

“Mulai dari kenaikan­ harga minyak sebesar 50% dalam tujuh bulan hingga merosotnya rupiah,” ujarnya dalam Mandiri Market Outlook 2019 di Jakarta, Rabu malam (5/12). Menurut dia, Indonesia berhasil lolos dari ujian itu tidak seperti  Argentina, Turki, dan Pakistan.
“Pakistan, bahkan telah menemui IMF untuk negosiasi program penyelamatan keuangan mereka,” ujar Lembong. Try/E-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More