Perekonomian Diyakini Tetap Cerah

Penulis: (Try/E-2) Pada: Kamis, 06 Des 2018, 22:45 WIB Ekonomi
 Perekonomian Diyakini Tetap Cerah

MI/PANCA SYURKANI

Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa optimisme konsumen pada November 2018 menguat dari bulan sebelumnya. Hal itu tecermin dari indeks keyakinan konsumen (IKK) dalam Survei Konsumen BI pada November 2018 sebesar 122,7, atau meningkat dari 119,2 pada bulan sebelumnya.

“Peningkatan keyakinan konsumen ditopang perbaik-an persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta,  Kamis (6/12).

Persepsi konsumen yang membaik tersebut dipengaruhi persepsi terhadap perbaikan ketersediaan lapang-an kerja dan penghasilan yang diterima.

Konsumen memperkirakan perbaikan ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan tersebut akan terus berlanjut sehingga mendukung penguatan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Hasil survei juga menunjukkan tekanan kenaikan harga pada tiga bulan mendatang hingga Februari 2019 diperkirakan lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Persepsi terhadap perkembangan harga ke depan ini ditunjang keyakinan terhadap meningkatnya ketersediaan barang dan jasa, serta kelancaran distribusi barang.

“Hal ini tecermin dari indeks ekspektasi harga tiga bulan yang akan datang sebesar 174,1, lebih rendah dari 176,4 pada survei bulan sebelumnya,” jelas dia.

Konsumen memperkirakan tekanan kenaikan harga kembali meningkat pada enam bulan mendatang hingga Mei 2019 sebagaimana terindikasi dari indeks ekspektasi harga enam bulan mendatang yang meningkat dari 170,4 pada survei bulan lalu menjadi 175,1.
“Perkiraan ini dipengaruhi oleh persepsi terhadap peningkatan permintaan barang dan jasa pada periode bulan Ramadan,” tukasnya. (Try/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More